BERITA TERKINI
Menyaring Informasi untuk Mengurangi Lelah Emosional saat Kabar Duka Ramai di Media Sosial

Menyaring Informasi untuk Mengurangi Lelah Emosional saat Kabar Duka Ramai di Media Sosial

Selama pandemi Covid-19, media sosial kerap dipenuhi kabar duka, narasi negatif, hingga informasi tidak menyenangkan lainnya. Arus informasi semacam ini dapat membuat sebagian orang merasa lelah, bahkan berpotensi memengaruhi kondisi emosional dan psikologis.

Di linimasa, kabar duka cita, penyebaran hoaks, dan berbagai konten negatif menjadi semakin mudah ditemui. Pada saat yang sama, tidak sedikit pengguna yang membagikan rasa dukanya di media sosial sebagai cara menyalurkan emosi. Kondisi ini membuat sebagian orang kewalahan menghadapi banyaknya hal negatif yang terus melintas.

Situasi pandemi juga membatasi aktivitas di luar rumah, sehingga alternatif hiburan dan kegiatan yang biasanya menjadi penyeimbang turut berkurang. Akibatnya, paparan informasi yang berat secara emosional terasa lebih menekan bagi sebagian orang.

Psikolog Lucia Peppy menilai, upaya menyaring informasi menjadi langkah terbaik untuk merespons kondisi tersebut. Menurutnya, setiap informasi perlu difilter meski praktiknya tidak selalu mudah dilakukan.

Lucia menjelaskan, membatasi diri dari arus informasi mungkin lebih mudah dibanding mengelola efek emosional yang muncul. Namun, reaksi emosional itu dinilai wajar karena melibatkan perasaan.

Untuk mempraktikkan penyaringan informasi, Lucia menyarankan agar seseorang bersikap realistis terhadap situasi yang ada, termasuk dengan mengakui bahwa kondisi saat ini memang tidak baik-baik saja. Dengan begitu, seseorang dapat menyadari adanya potensi keadaan memburuk, sekaligus kemungkinan munculnya lebih banyak kabar buruk, termasuk yang ditemui di media sosial.