BERITA TERKINI
Menu Favorit Soeharto: Dari Tempe Bacem hingga Mi Instan, Cerita Kesederhanaan di Meja Makan

Menu Favorit Soeharto: Dari Tempe Bacem hingga Mi Instan, Cerita Kesederhanaan di Meja Makan

Di balik sosok Soeharto sebagai presiden yang memimpin Indonesia selama puluhan tahun, tersimpan kebiasaan makan yang kerap disebut jauh dari kesan mewah. Sejumlah catatan dan kesaksian orang-orang di sekitarnya menggambarkan menu yang bersahaja dan akrab dengan makanan rumahan. Dalam beberapa kesempatan, ia juga disebut kerap mengajak pengawal serta ajudan makan bersama.

Selain sayur lodeh dan ikan bakar yang sudah dikenal, beberapa makanan lain disebut menjadi favorit Soeharto. Daftarnya mencakup tempe bacem, tiwul, arem-arem, ikan bilih, hingga mi instan.

Tempe bacem disebut sebagai salah satu menu yang mencerminkan kesederhanaan. Sardjono, perwira TNI AU yang pernah bertugas di Bina Graha, menuliskan dalam buku Pak Harto: The Untold Stories (Gramedia) bahwa ia sempat terkejut melihat makanan presiden yang kerap hanya berupa tempe bacem, sayur lodeh, atau hidangan murah lainnya.

Tiwul, makanan berbahan singkong yang dikenal sebagai pengganti beras pada masa sulit pangan, juga disebut menjadi kebanggaan Soeharto. Tiwul atau nasi oyek digambarkan direbus bersama gula aren sehingga menghadirkan rasa legit. Dalam narasi tersebut, Soeharto menyebut tiwul rendah kolesterol dan baik untuk kesehatan, serta pernah menyarankan masyarakat memilih tiwul ketika krisis moneter terjadi dan harga beras melonjak.

Arem-arem muncul dalam kisah kebersamaan Soeharto dan Ibu Tien. Diceritakan, saat keduanya memancing, bekal yang dibawa adalah arem-arem buatan Ibu Tien—nasi berbalut daun pisang berisi sayur atau daging. Menurut kesaksian Hioe Husni Wirajaya, Ibu Tien meminta agar arem-arem tersebut dibagikan kepada seluruh kru kapal. Setelah semua kebagian, sisa bekal dinikmati berdua.

Ikan bilih, ikan kecil khas Danau Singkarak, Sumatra Barat, juga disebut sebagai favorit, terutama bila disantap bersama sayur lodeh dan nasi hangat. Mantan Gubernur Sumatra Barat Azwar Anas mengenang suasana sarapan bersama Soeharto: sang presiden disebut menyantap ikan bilih sederhana, sementara tamunya justru disuguhi hidangan yang lebih mewah. Sejak itu, istri Azwar Anas disebut kerap memasakkan ikan bilih saat Soeharto berkunjung, bahkan sesekali mengirimkannya ke kediamannya.

Di luar makanan tradisional, Soeharto juga disebut menikmati mi instan sebagai camilan, termasuk Pop Mie. Mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin mengenang kunjungan ke rumah Soeharto yang dihidangkan dua gelas Pop Mie. Ia mengaku terkejut karena saat itu belum pernah mencicipinya.

Berbagai kisah tersebut kerap dirangkum sebagai gambaran pilihan menu yang sederhana. Dari tempe bacem hingga mi instan, dari tiwul hingga ikan bilih, makanan-makanan itu menjadi bagian dari cerita tentang kebiasaan makan Soeharto yang disebut membumi.