Mataram—Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK PP Negeri Mataram, Jumat (11/9/2026), digelar tidak hanya melalui tausiah dan doa. Sekolah memanfaatkan momentum keagamaan ini untuk mengenalkan pentingnya menjaga pangan, mengurangi pemborosan makanan, serta melestarikan kuliner lokal Lombok kepada para siswa.
Suasana peringatan Maulid di sekolah tersebut tampak berbeda ketika siswa dan guru menyajikan dulang berisi aneka makanan tradisional. Hidangan kemudian disantap secara begibung, yakni makan bersama dalam satu wadah. Dalam satu dulang tersedia nasi, ares, sayur nangka, sate pusut, ebatan, pelalah daging, garam, serta buah. Satu dulang dinikmati oleh dua orang.
Sejumlah makanan yang disajikan diolah langsung oleh siswa dengan pendampingan guru dan praktisi pengolahan pangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas bagi siswa SMK PP Negeri Mataram.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza, mengatakan peringatan Maulid menjadi momentum untuk menanamkan keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada generasi muda. Ia juga menilai pelestarian tradisi Maulid penting karena telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lombok. Karena itu, kegiatan keagamaan di sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada ritual, tetapi juga menjadi sarana merawat budaya lokal.
Mirza mengaitkan peringatan Maulid dengan upaya menjaga ketahanan pangan, salah satunya melalui kebiasaan mengonsumsi makanan secara bijak dan tidak berlebihan. Menurutnya, makanan yang disajikan dalam jumlah banyak tetap harus dikonsumsi secara bijak agar tidak berakhir menjadi sampah.
Di sisi lain, penggunaan bahan pangan lokal dalam sajian Maulid dinilai memberi pelajaran bagi siswa untuk mengenal makanan tradisional sekaligus belajar mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Ia menyebut keterampilan memasak yang dilatih melalui praktik diharapkan bermanfaat setelah siswa lulus, termasuk untuk membuka usaha rumah makan dan usaha lainnya.
Kepala SMK PP Negeri Mataram, Sugiarta, menjelaskan rangkaian Maulid tahun ini melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan, mulai dari lomba keagamaan, kebersihan lingkungan, makanan sehat, hingga pengolahan pangan. Untuk kegiatan pengolahan pangan, siswa dibagi dalam sejumlah kelompok yang mengolah sayur ares, nangka, sate pusut, makanan ringan Maulid, serta minuman es kelapa muda dengan gula aren.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan jurusan Pengolahan Hasil Pangan dengan melibatkan pelaku usaha sebagai guru tamu. Salah satunya Zainab dari Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, yang mendampingi siswa dalam praktik memasak. Bahan yang digunakan disiapkan dari lingkungan dan sekolah. Untuk membuat sate pusut, sekolah menyediakan sekitar 15 kilogram daging, sementara olahan lainnya menggunakan nangka dan batang pisang muda atau gedebog.
Menurut Sugiarta, rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat menjadi media pembelajaran keterampilan bagi siswa. Ia menegaskan peringatan Maulid di sekolah tidak berhenti pada perayaan, melainkan disertai edukasi tentang cara mengolah pangan lokal.
Selain kegiatan keagamaan dan praktik pengolahan pangan, sekolah juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan anak kurang mampu dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar Labuapi. Santunan dihimpun dari guru, pegawai, dan alumni. Tahun ini terkumpul sekitar 200 paket santunan yang disalurkan kepada anak yatim, piatu, maupun anak yang dinilai berhak menerima infak.
Melalui rangkaian tersebut, peringatan Maulid di SMK PP Negeri Mataram memadukan nilai keagamaan, kepedulian sosial, keterampilan siswa, ketahanan pangan, serta pelestarian kuliner lokal dalam satu kegiatan.