PALEMBANG — Kemas Hanif Andika merintis usaha kuliner Susweet dengan menghadirkan inovasi kue sus berukuran besar. Berangkat dari peluang sederhana di rumah, Hanif memanfaatkan pengalaman usaha sang ibu yang lebih dulu menerima berbagai pesanan makanan, termasuk kue sus yang cukup diminati pelanggan.
Sebelum terjun ke dunia kuliner, Hanif memiliki latar belakang sebagai programmer. Ia melihat pasar yang sudah terbentuk dari usaha keluarganya, lalu mencoba menghadirkan pembaruan pada produk yang telah dikenal konsumen. “Karena market-nya sudah ada, kenapa nggak langsung diinovasikan. Akhirnya saya membuat kue sus berukuran besar dengan berbagai pilihan rasa,” ujar Hanif dalam program Santai Siang Pro 2 RRI Palembang edisi UMKM, Rabu, 9 September 2026.
Inovasi tersebut melahirkan Susweet yang mulai dikembangkan sejak September 2025. Hanif menjadikan ukuran kue sus yang lebih besar sebagai identitas usaha, sekaligus menawarkan lima varian rasa, yakni Vanilla, Cokelat Original, Cokelat Soft Cream, Matcha, dan Matcha Soft Cream. “Dibuat ukuran besar karena ingin menjadikan suatu ciri khas dari Susweet ini. Sementara ini Susweet tersedia dalam lima pilihan rasa untuk konsumen,” katanya.
Dalam membangun usaha, Hanif tidak langsung menggunakan modal besar. Ia memanfaatkan peralatan yang sudah tersedia dari usaha sang ibu dan fokus menyiapkan bahan baku untuk memulai produksi. “Alat-alat sudah ada dari punya ibu sebelumnya, jadi paling tinggal belanja bahan,” jelasnya.
Hanif juga membagikan saran bagi pelaku usaha pemula agar memulai secara bertahap dengan menguji produk kepada orang terdekat. Menurutnya, masukan dari keluarga dan teman dapat membantu menilai kualitas produk sekaligus membaca peluang pasar. “Bikin sedikit, cicipkan ke teman-teman dan keluarga. Dari proses tersebut, kita bisa mengetahui tanggapan sekaligus melihat peluang munculnya pesanan berikutnya,” sarannya.
Ke depan, Hanif menargetkan Susweet memiliki toko sendiri dan berkembang melalui pembukaan cabang di berbagai daerah. Ia pun mendorong generasi muda agar tidak ragu mencoba peluang usaha meski dimulai dari skala kecil. “Pesannya untuk generasi muda adalah jangan takut untuk mencoba. Coba saja dulu, jangan takut-takut,” ujarnya.