BANDUNG — Makan sehat kerap dianggap membutuhkan biaya besar karena identik dengan bahan makanan mahal dan produk khusus. Padahal, pola makan sehat bisa dimulai dari bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar, termasuk dari pasar tradisional maupun lingkungan setempat.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pola makan sehat dapat berbeda pada setiap orang. Perbedaan itu dipengaruhi kebutuhan individu, kebiasaan makan, budaya, hingga ketersediaan pangan di masing-masing daerah. Meski demikian, terdapat prinsip umum yang menjadi acuan, yakni kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman makanan.
Berikut sejumlah langkah sederhana untuk memulai makan sehat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
1. Manfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan
Masyarakat tidak perlu selalu mencari bahan yang mahal atau sulit didapat. Sumber energi untuk menu sehari-hari bisa berasal dari pangan lokal yang umum tersedia, seperti nasi, jagung, singkong, ubi, dan berbagai jenis umbi-umbian.
2. Jangan terpaku pada satu jenis makanan
Keberagaman menjadi salah satu prinsip penting dalam pola makan sehat. Menu harian sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu bahan makanan. Sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, serta sumber protein dapat dikombinasikan agar asupan gizi lebih bervariasi dan kebutuhan zat gizi tubuh lebih mudah terpenuhi.
3. Pilih sayur dan buah yang tersedia di daerah sekitar
Makan sehat tidak harus mengandalkan buah atau sayur yang mahal. Produk yang mudah ditemukan di daerah setempat bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. WHO merekomendasikan konsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan sehat, termasuk buah dan sayur segar untuk melengkapi menu harian, dengan menyesuaikan ketersediaan dan kondisi masing-masing.
4. Lengkapi menu dengan sumber protein
Selain makanan pokok, tubuh juga membutuhkan protein dalam konsumsi sehari-hari. Sumber protein dapat berasal dari hewani maupun nabati. Beberapa pilihan yang mudah ditemukan antara lain telur, ikan, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Pola makan yang beragam dari berbagai kelompok pangan juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
5. Batasi makanan yang terlalu banyak diproses
Penting untuk membatasi makanan yang tinggi gula, garam atau natrium, serta lemak tidak sehat. Pola makan sehat dapat dibangun dengan mengonsumsi beragam makanan yang minim pengolahan atau tidak melalui proses berlebihan, karena makanan yang terlalu banyak diproses kerap mengandung kadar gula, garam, atau lemak tidak sehat yang lebih tinggi.
6. Mulai dari menu sederhana
Perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah awal bisa dimulai dengan menyusun satu porsi makanan yang lebih beragam, misalnya melengkapi menu dengan sumber karbohidrat, sayuran, buah, dan sumber protein sesuai kebutuhan serta ketersediaan bahan pangan.
Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan, upaya menjaga pola makan sehat tidak selalu identik dengan pengeluaran besar. Pada akhirnya, makan sehat bukan soal membeli makanan paling mahal, melainkan memilih menu yang beragam, seimbang, cukup, dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.