BERITA TERKINI
Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ahli Gizi Tekankan Gizi Seimbang dan Meal Prep untuk Menu Mingguan

Makan Sehat Tak Harus Mahal, Ahli Gizi Tekankan Gizi Seimbang dan Meal Prep untuk Menu Mingguan

Makan sehat kerap dianggap identik dengan bahan makanan mahal, produk impor, atau mengikuti pola diet tertentu yang sedang tren. Namun, anggapan tersebut dinilai tidak sepenuhnya tepat. Pola makan sehat dapat diterapkan dengan cara yang lebih sederhana, selama mengacu pada prinsip gizi seimbang dan dilakukan secara konsisten.

Ahli nutrisi Tara Mutiara Ramdani, S.Gz., M.Sc menekankan bahwa inti dari pola makan sehat bukanlah mengikuti tren diet seperti low calorie, low carb, atau keto, melainkan memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. “Yang paling sehat itu adalah gizi seimbang. Bukan low calorie, bukan low carb, bukan kita harus keto. Bukan karena yang viral atau populer saja lalu kita ikuti. Definisi sehat adalah kita harus makan dengan seimbang, lengkap, dan juga bervariasi,” kata Tara dalam acara Frisian Flag Media Talk bertajuk Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal.

Menurutnya, banyak orang masih mengira makanan sehat harus menggunakan bahan tertentu yang populer di media sosial, seperti quinoa atau ikan mahal. Padahal, prinsip gizi seimbang dapat diterapkan dengan bahan yang mudah ditemukan di sekitar dan sesuai kemampuan. Ketersediaan serta harga bahan makanan justru menjadi faktor penting agar pola makan sehat dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Tara menyebut sumber karbohidrat, protein, lemak, serta sayur dan buah bisa disesuaikan dengan bahan yang tersedia dan kondisi masing-masing. “Dengan begitu, makan sehat bukan lagi sesuatu yang terasa eksklusif,” ujarnya.

Selain memilih bahan makanan yang terjangkau dan mudah didapat, Tara juga menyarankan penerapan meal prep atau menyiapkan makanan dengan perencanaan untuk beberapa hari ke depan. Ia menilai cara ini dapat membantu pola makan lebih teratur, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.

“Dengan meal prep ini kita merencanakan, paling tidak setiap hari Minggu, bagaimana caranya makan seminggu,” jelas Tara. Perencanaan dapat dimulai dengan menentukan kebutuhan sumber protein, karbohidrat, lemak, serta sayur dan buah untuk beberapa hari. Setelah itu, bahan makanan disiapkan lebih awal agar saat hari kerja tiba, pilihan menu sudah tersedia.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga dapat mengurangi kebiasaan makan secara asal karena sudah ada gambaran menu yang akan dikonsumsi. Di sisi lain, Tara mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti tren diet mentah-mentah, terutama di tengah banyaknya konten pola makan yang beredar di media sosial.

Menurutnya, diet yang cocok untuk satu orang belum tentu sesuai untuk orang lain. Karena itu, ia menyarankan kembali pada prinsip dasar: makan beragam, bergizi seimbang, cukup, dan sesuai kebutuhan tubuh. “Gizi seimbang, bukan yang membuat tubuh tumbang,” kata Tara.

Pada akhirnya, Tara menegaskan bahwa makan sehat bukan ditentukan oleh seberapa mahal makanan yang tersaji, melainkan bagaimana kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan bahan yang mudah diperoleh, sesuai kemampuan, dan dapat dijalankan secara konsisten. Dengan perencanaan sederhana seperti meal prep, menu mingguan pun bisa lebih tertata dan membantu mengurangi kebingungan menentukan makanan sehari-hari.