JENEPONTO—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Stunting Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Datara menggelar program edukasi gizi bertajuk “PANGANKU: Pendidikan Asupan Nutrisi dan Gizi Anak melalui Navigasi Komposisi Isi Piringku”. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak tentang pentingnya gizi seimbang sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi dan stunting.
Program PANGANKU menyasar siswa kelas 5 dan 6 di tiga sekolah dasar di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, yakni UPT SD Negeri 8 Bontoramba, SD Negeri 20 Bontoramba, dan SD Negeri 25 Bontoramba. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana untuk memilih dan mengatur makanan sehari-hari.
Materi edukasi menekankan pentingnya konsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang yang terdiri atas makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan interaktif dan partisipatif agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terdorong menerapkannya dalam keseharian.
Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, kuis, permainan edukatif, praktik menyusun komposisi makanan menggunakan gambar berbagai bahan pangan, serta post-test. Metode ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif siswa sekaligus memudahkan pemahaman konsep gizi seimbang melalui cara yang lebih menyenangkan.
Sejumlah siswa menyampaikan kesan setelah mengikuti kegiatan. Salah satu peserta menyebut kini memahami bahwa dalam satu piring tidak hanya berisi nasi dan lauk, tetapi juga perlu sayur dan buah. Peserta lain menilai permainan menyusun komposisi makanan menjadi bagian yang paling menarik karena memungkinkan mereka belajar sambil bermain dan mengenali unsur makanan yang perlu ada dalam piring agar tubuh dapat tumbuh dan tidak mudah sakit.
Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka dalam kuis, menjawab pertanyaan, serta mengikuti simulasi penyusunan piring makan sehat. Kegiatan ini diharapkan mendorong siswa menerapkan pengetahuan yang diperoleh, tidak hanya di sekolah tetapi juga saat memilih makanan di rumah.
Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), Dr. Hasan Basri, SKM., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemahaman gizi seimbang perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar anak dapat membangun kebiasaan makan sehat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.
Pelaksanaan PANGANKU juga disebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan/Zero Hunger) terkait peningkatan kualitas konsumsi pangan dan perbaikan status gizi, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera/Good Health and Well-Being) melalui peningkatan pengetahuan pola makan sehat, serta SDG 4 (Pendidikan Bermutu/Quality Education) karena edukasi diberikan melalui lingkungan sekolah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Stunting Gelombang 116 Unhas di Desa Datara berharap edukasi gizi seimbang dapat menjadi pengetahuan yang terus diterapkan siswa di sekolah maupun di rumah, sebagai langkah membangun kesadaran gizi sejak dini.