Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal, menggelar sosialisasi bersama kelompok budidaya ikan setempat pada 23 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program bertajuk “Edukasi Pemanfaatan Bawang Putih Sebagai Imunostimulan Guna Meningkatkan Produksi Budidaya Ikan Lele”.
Sosialisasi tersebut merupakan program kerja multidisiplin dari Kelompok 3 Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP. Kegiatan diprakarsai oleh Fitria, mahasiswa Program Studi Akuakultur, sebagai bagian dari rangkaian program yang mengusung tema “Peningkatan Produksi Budidaya Perikanan dan Pengolahan Ikan”. Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.
Dalam materi yang disampaikan, imunostimulan dijelaskan sebagai upaya untuk meningkatkan sistem imun tubuh agar lebih mampu menghadapi serangan patogen seperti bakteri, parasit, dan lainnya. Sistem imun ikan disebut memiliki dua mekanisme utama, yakni imun nonspesifik dan imun spesifik.
Sistem imun nonspesifik merupakan pertahanan pertama yang merespons keberadaan patogen tanpa mengenali jenisnya secara khusus. Mekanisme ini meliputi pertahanan fisik seperti kulit dan lendir ikan yang mengandung berbagai protein, serta komponen seluler seperti sel fagosit yang dapat menelan dan menghancurkan patogen.
Sementara itu, sistem imun spesifik bekerja dengan kemampuan mengenali dan mengingat antigen tertentu yang pernah menyerang tubuh. Sistem ini melibatkan limfosit B yang menghasilkan antibodi (imunoglobulin) dan limfosit T yang berperan dalam imunitas seluler.

