BERITA TERKINI
Lima Alasan Lengkuas (Laos) Dianggap Bumbu Wajib dalam Masakan Harian

Lima Alasan Lengkuas (Laos) Dianggap Bumbu Wajib dalam Masakan Harian

Laos atau lengkuas merupakan salah satu rempah penting dalam tradisi kuliner Asia Tenggara. Di berbagai masakan Nusantara, rimpang ini kerap dipakai bukan sekadar pelengkap, melainkan pembentuk karakter rasa dan aroma yang kuat. Profilnya yang khas membuat laos sulit digantikan bumbu lain ketika sebuah hidangan dituntut memiliki kedalaman rasa.

Dalam buku Mari Mengenal Bumbu Nusantara karya Ria Nita Fatimah (Kemdikbud RI), lengkuas disebut berasal dari India dan kemudian menyebar luas hingga digunakan di banyak daerah di Indonesia. Bentuknya sering disamakan dengan jahe karena sama-sama rimpang, tetapi lengkuas memiliki kulit lebih terang kemerahan dengan daging yang relatif keras. Karena itu, laos kerap dikeprak terlebih dahulu agar sari dan aromanya lebih mudah keluar saat dimasak.

Sejumlah kajian juga menggambarkan karakter lengkuas sebagai rempah beraroma citrusy dan pedas, dengan sentuhan pine serta nuansa rempah lain. Kombinasi ini membuatnya kerap hadir dalam hidangan seperti rendang, soto, dan gulai, sekaligus membantu bumbu lain menyatu dan membentuk rasa yang lebih utuh.

Karakter laos dalam masakan

Laos dikenal memiliki rasa pedas, peppery, dan tart, disertai aroma segar yang menonjol. Teksturnya yang keras membuat penggunaannya sering diawali dengan memarkan atau menggeprak rimpang. Dalam praktik memasak, laos dipakai pada hidangan berkuah, tumisan, sambal, hingga marinasi. Rempah ini juga kerap dimanfaatkan untuk membantu menetralisir bau amis pada daging atau ikan serta mendukung tekstur daging agar lebih nyaman dikonsumsi.

Lima alasan laos dianggap wajib ada di dapur

Berikut sejumlah alasan yang kerap membuat laos dipandang sebagai bumbu dapur yang penting dalam masakan harian:

1) Memberi aroma dan rasa khas yang kaya dimensi
Lengkuas menambah wangi dan rasa yang kuat, dengan kombinasi pedas, citrusy, dan piney. Kehadirannya memberi kompleksitas pada masakan, termasuk pada hidangan Nusantara seperti rendang, soto, dan gulai, sehingga rasa akhir terasa lebih otentik dan berlapis.

2) Dikaitkan dengan efek antiinflamasi dan dukungan pencernaan
Sebuah ulasan komprehensif Galangal, the multipotent super spices (2020) menyebut laos mengandung senyawa bioaktif seperti 1,8-cineole, β-farnesene, dan flavonoid yang memiliki sifat antiinflamasi serta dikaitkan dengan dukungan pencernaan. Dalam konteks konsumsi melalui masakan, laos disebut dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan pencernaan seperti kembung atau gas.

3) Sumber antioksidan
Menurut tulisan The Health Benefits of Popular Thai Ingredients (2024) dari The Spruce Eats, laos disebut kaya antioksidan seperti polisaponin, quercetin, dan asam galat. Antioksidan berperan menetralkan radikal bebas dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

4) Berpotensi sebagai pengawet alami
Dalam ulasan Alpinia galanga: A review of an important medicinal plant (Universitas Airlangga, 2019), laos disebut memiliki efek antimikroba terhadap beberapa bakteri patogen seperti Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus melalui minyak atsiri dan senyawa fenolik. Ketika digunakan dalam masakan, sifat ini kerap dikaitkan dengan upaya membantu menjaga sanitasi makanan dan memperpanjang umur simpan.

5) Mendorong inovasi kuliner dan kepuasan sensorik
Studi bertajuk Galangal in Indonesian Cuisine (Savory Suitcase, 2023) menyoroti bahwa lengkuas tidak hanya memengaruhi rasa dan aroma, tetapi juga sensasi dan tekstur pada masakan. Laos disebut dapat menjaga kesegaran rasa meski hidangan dimasak lama, serta fleksibel untuk diterapkan pada beragam olahan, termasuk pilihan vegetarian dan jamu modern.

Catatan manfaat kesehatan yang sering dikaitkan dengan laos

Selain fungsi kuliner, laos juga dikenal dalam pengobatan tradisional. Tinjauan A Review of an Important Medicinal Plant: Alpinia galanga (L.) Willd. (Solikhah dkk., 2021) menyebut adanya aktivitas antiinflamasi dan analgesik yang dikaitkan dengan senyawa seperti ethyl-para-methoxycinnamate dan galangin, serta menyebut kandungan lain seperti gingerol, zingeron, dan gingerdione yang terkait dengan efek imunomodulator dan antiinflamasi.

Sejumlah publikasi juga menuliskan potensi antibakteri dan antijamur terhadap patogen tertentu. Sementara itu, ulasan Galangal, the multipotent super spices (2020) turut menyinggung temuan pra-klinis terkait aktivitas antitumor dan antiproliferatif pada beberapa sel kanker dalam uji laboratorium, meski uji klinis disebut masih terbatas.

Hidangan tradisional yang kerap mengandalkan laos

Di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, laos umum dipakai untuk membentuk aroma dan menyeimbangkan rasa. Beberapa contoh hidangan yang sering menggunakannya antara lain rendang Padang, soto Betawi dan soto Jawa, gulai daging maupun sayur, tongseng, empal goreng, sayur asem, pindang, sambal kacang dan bumbu pecel, sayur lodeh, gulai ikan, brongkos, serta semur. Pada sejumlah masakan tersebut, laos lazim dimemarkan atau dikeprak sebelum dimasukkan agar aromanya lebih keluar dan menyatu dengan bumbu lain.

Laos dan jahe: mirip bentuk, berbeda rasa

Meski kerap disamakan karena bentuknya, laos dan jahe memiliki profil rasa yang berbeda. Laos cenderung lebih segar dan citrusy, sedangkan jahe dikenal lebih pedas dan hangat. Perbedaan ini membuat laos sering dipilih untuk hidangan berkuah atau bersantan, sementara jahe banyak digunakan dalam minuman hangat.

Dalam keseharian, laos juga dikenal memiliki dua jenis utama, yakni lengkuas putih dan lengkuas merah. Lengkuas putih lebih umum dipakai untuk memasak, sedangkan lengkuas merah kerap dikaitkan dengan penggunaan tradisional karena disebut memiliki kandungan senyawa aktif lebih tinggi.