BERITA TERKINI
Lakuliner Tawarkan Model Kolaborasi Dapur Rumah untuk Bantu UMKM Kuliner Ekspansi

Lakuliner Tawarkan Model Kolaborasi Dapur Rumah untuk Bantu UMKM Kuliner Ekspansi

Pertumbuhan pemesanan makanan secara daring pada 2025 diprediksi mencapai 16 miliar dolar Amerika Serikat. Proyeksi ini sejalan dengan makin maraknya tren cloud kitchen dan ketatnya persaingan di industri kuliner.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi tantangan besar untuk bersaing dengan pemain yang lebih besar. Lakuliner, yang beroperasi sebagai jaringan dapur rumah online, menawarkan skema kolaborasi bagi UMKM kuliner dengan menggandeng pebisnis rumahan pemilik dapur.

Melalui sistem bagi hasil antara mitra pengusaha kuliner dan pemilik dapur rumah, Lakuliner menyebut pelaku UMKM dapat melakukan ekspansi bisnis dengan cara yang lebih mudah, praktis, dan berbiaya terjangkau.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah Yellow Chicken milik Mas Anto. Dalam kurun satu bulan, Yellow Chicken bersama Lakuliner disebut dapat membuka 10 cabang di Jakarta.

CEO Lakuliner, Rinaldi Dharma Utama, menyatakan keyakinannya bahwa kolaborasi dapat membantu UMKM kuliner bersaing di industri yang kompetitif. Bersama sejumlah merek seperti Yellow Chicken, Ayam Bebek Tiarap, Geprek Gian, dan UMKM lainnya, Lakuliner pada 2022 menargetkan 100 titik ekspansi di wilayah Jabodetabek.

Dari sisi operasional, Lakuliner menyampaikan pengusaha kuliner cukup mengirimkan pre-cooked meals atau makanan setengah jadi ke jaringan dapur Lakuliner. Proses selanjutnya, termasuk penanganan makanan, dilakukan oleh Lakuliner bersama mitra dapur rumahan.

Menanggapi kekhawatiran soal kualitas makanan pada model cloud kitchen berbasis dapur rumah, Lakuliner menyatakan menerapkan pengecekan atau audit ketat. Proses ini mencakup standardisasi kebersihan, pengontrolan hama, serta penanganan keluhan pelanggan.