BERITA TERKINI
Kunyit Disebut Berpotensi Bantu Turunkan Gula Darah, Ini Peran Kurkumin yang Disorot Pakar

Kunyit Disebut Berpotensi Bantu Turunkan Gula Darah, Ini Peran Kurkumin yang Disorot Pakar

Sejumlah pakar kesehatan menyoroti kunyit sebagai salah satu bumbu dapur yang dinilai memiliki efek membantu menurunkan kadar gula darah, bahkan disebut sebanding dengan obat yang kerap diresepkan untuk orang dengan diabetes tipe 2 atau yang berisiko mengalaminya. Efek tersebut dikaitkan dengan kandungan aktif kunyit, yakni kurkumin, yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi.

Dr Eric Berg, DC, yang dikenal membahas diet ketogenik, pola makan rendah karbohidrat, dan intermitten fasting, menyebut kurkumin memiliki sifat anti-diabetes dan efek yang mirip dengan metformin. Metformin sendiri bekerja dengan mengurangi produksi glukosa di hati serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, hormon yang berperan penting dalam pengaturan gula darah.

Menurut penjelasan yang disampaikan, kurkumin juga dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah dengan membantu tubuh memanfaatkan glukosa secara lebih efektif. Dampaknya disebut tidak hanya berkaitan dengan fungsi hati, tetapi juga otot.

Secara mekanisme, kurkumin disebut dapat menghambat glukoneogenesis di hati, yaitu proses ketika hati membentuk glukosa dari sumber non-karbohidrat. Selain itu, kurkumin dinilai mampu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga sel lebih responsif terhadap insulin dan dapat menggunakan glukosa dengan lebih efisien.

Diabetes kerap dikaitkan dengan peradangan dan stres oksidatif yang berlangsung terus-menerus. Dalam konteks ini, sifat antiperadangan dan antioksidan pada kurkumin dinilai berpotensi membantu mengatasi dua faktor tersebut. Kurkumin juga disebut berpotensi meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, yang pada gilirannya dapat menurunkan stres oksidatif pada model diabetes.

Masih terkait sensitivitas insulin, kurkumin dikutip berpotensi mendukung penyerapan glukosa ke dalam sel melalui peningkatan produksi protein tertentu, sehingga dapat membantu mengurangi resistensi insulin—ciri utama diabetes tipe 2. Senyawa ini juga disebut dapat meningkatkan fungsi sel beta yang berperan dalam produksi insulin.

Efek penurunan glukosa dari kurkumin diduga berkaitan dengan beberapa proses, antara lain menghambat enzim yang terlibat dalam glukoneogenesis, meningkatkan ekspresi protein pengangkut glukosa (GLUT4, GLUT2, GLUT3), mengaktifkan AMPK yang terlibat dalam metabolisme glukosa, serta mengurangi peradangan yang dapat memicu resistensi insulin.

Sejumlah penelitian juga disebut menunjukkan kurkumin dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga membantu pengaturan kadar gula darah. Bahkan, beberapa studi mengindikasikan kurkumin berpotensi membantu mencegah atau menunda perkembangan diabetes tipe 2.

Penelitian yang lebih baru pada Desember 2024 turut menyoroti kombinasi metformin dan kurkumin yang dilaporkan menunjukkan kemanjuran lebih baik dalam meningkatkan profil lipid dan metabolisme glukosa. Dalam konteks konsumsi keduanya, studi tersebut menyebut kurkumin memberikan efek antiperadangan yang bersifat sinergis dengan metformin tanpa potensi efek samping.

Selain aspek gula darah, Dr Berg juga menyatakan kunyit dinilai efektif membantu menstabilkan kadar kolesterol. Ia menyebut penelitian menunjukkan kurkumin memiliki manfaat yang mirip dengan statin dan dapat membantu menurunkan kolesterol LDL serta trigliserida.

Temuan lain turut menyebut kurkumin dapat bermanfaat bagi toleransi glukosa dan profil lipid. Dalam sebuah penelitian pada 2019, kurkumin dilaporkan meningkatkan sensitivitas insulin dan profil lipid pada model tikus diabetes tipe 2.