KARUBAGA — Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Tolikara, Elisabeth Y. Wandik Flassy, mendorong peningkatan kualitas gizi dan kecerdasan anak melalui program Sarapan Sehat (Sarasehan) yang menyasar sejumlah sekolah dan ibu hamil di wilayah Tolikara.
Kegiatan pembagian sarapan sehat dilaksanakan selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (4/9/2026). Sekolah yang menerima program ini antara lain TK PAUD Muara, TK PAUD Lianogoma, SD Inpres Konda, SD Inpres Numba, SD Inpres Kai, TK PAUD Kai, SD Inpres Erember, dan SD Inpres Longgoboma. Program tersebut juga menyasar sejumlah ibu hamil.
Dokter Since Rumere, yang juga anggota PKK Tolikara, mengatakan pemberian sarapan sehat merupakan upaya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak agar mendukung perkembangan pola pikir, kecerdasan, serta keaktifan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
“Melalui program sarapan sehat ini, kami ingin membantu anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik. Dengan gizi yang cukup, kami berharap pola pikir dan kecerdasan mereka semakin baik sehingga lebih aktif dalam proses pembelajaran,” kata Rumere.
Ia menjelaskan, program tersebut diberikan kepada anak-anak sekolah mulai dari TK-PAUD hingga kelas VI SD. Makanan diantar langsung oleh ibu-ibu PKK dan dibagikan kepada para siswa serta ibu hamil.
Rumere menegaskan Sarasehan bukan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan program yang diinisiasi dan disiapkan oleh TP-PKK Tolikara terdahulu dan dilanjutkan oleh pengurus TP-PKK saat ini. Ia menyebut program ini telah berjalan sejak 2025.
“Kami datang ke SD Inpres Kai dan diterima dengan baik oleh bapak dan ibu guru. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2025. Tahun ini kami kembali disambut dengan baik dan dapat memberikan makanan kepada anak-anak,” ujarnya.
Menurut Rumere, Sarasehan dinilai membantu anak-anak sekolah, terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, guru kontrak Upatina Wandik menyatakan program Sarasehan membantu para siswa di sekolahnya. “Ini bukan makanan bergizi gratis (MBG), tetapi makanan sarapan sehat yang disediakan oleh ibu ketua TP-PKK Elisabeth Y. Flassy Wandik. Kami di sekolah sangat siap menerima program ini karena sangat membantu anak-anak,” katanya.
Upatina menyebut sekitar 92 siswa di sekolah tersebut telah mengikuti program Sarasehan, sementara jumlah keseluruhan siswa masih dalam proses pendataan. Ia juga mengatakan program sempat tidak berjalan selama beberapa bulan sehingga sejumlah siswa di Distrik Kai kembali menanyakan keberadaan sarapan sehat tersebut.
“Puji Tuhan, hari ini kami bisa mendapatkan bantuan lagi. Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak bupati dan wakil bupati Tolikara serta ketua PKK yang telah membantu meningkatkan pengetahuan dan kualitas anak-anak di distrik Kai,” kata Upatina.
Ia berharap pemberian makanan sehat dapat terus dilakukan agar kualitas kesehatan, konsentrasi, dan kemampuan belajar siswa semakin meningkat.