Keluhan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga sudah basi mulai muncul di Kota Pasuruan. Sejumlah sekolah mengaku menerima paket makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Untuk mengantisipasi risiko keracunan, pihak sekolah disebut langsung melarang siswa memakan menu tersebut.
Temuan menu MBG yang diduga basi itu telah dilaporkan ke instansi terkait. Namun hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak berwenang mengenai laporan tersebut.
Seorang guru di sebuah SD swasta di wilayah Gadingrejo, Kota Pasuruan, menyampaikan sekolahnya menerima menu MBG berupa mi goreng, acar, dan telur dadar pada awal Januari. Saat hendak disantap, tercium aroma tidak sedap dari nampan makanan siswa.
“Awal Januari kemarin kami menerima MBG menunya mi goreng. Saat akan dimakan anak-anak, ada yang melaporkan baunya kok tidak enak. Untung para guru segera mengecek dan memastikan menu tersebut basi,” ujar guru tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan dari sebuah SD Negeri di Kelurahan Ngemplak, Kecamatan Panggungrejo. Menu MBG yang diterima siswa berupa nasi goreng, acar, dan telur rebus yang dibelah. Namun, nasi goreng itu diduga sudah basi.
“Nasi gorengnya sudah pliket (basi). Ini sudah dibahas sama wali murid juga dan alhamdulilah guru-gurunya bergerak cepat langsung komplain ke SPPGnya,” kata Mida, seorang wali murid.
Guru dan wali murid berharap temuan menu MBG yang diduga basi tersebut segera ditindaklanjuti. Sementara itu, penerimaan MBG di Kota Pasuruan dilaporkan sudah hampir 100 persen.

