BERITA TERKINI
InJourney Airports Jajaki Kolaborasi Penerbangan di Forum ACWG-RASA untuk Perkuat Konektivitas ASEAN–China

InJourney Airports Jajaki Kolaborasi Penerbangan di Forum ACWG-RASA untuk Perkuat Konektivitas ASEAN–China

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat konektivitas udara Indonesia, termasuk dengan pasar ASEAN dan China. Komitmen itu disampaikan melalui partisipasi perusahaan dalam ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) ke-17 yang digelar di Yogyakarta pada 7–9 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, InJourney Airports melakukan penjajakan kolaborasi penerbangan internasional pada bandara-bandara yang dikelolanya. Pertemuan yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan itu dihadiri 61 delegasi dari negara anggota, serta 127 perwakilan maskapai penerbangan, pengelola bandara, perusahaan manufaktur dan perawatan pesawat, serta asosiasi penerbangan di ASEAN dan China.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan atas kesempatan bagi InJourney Airports untuk turut serta dalam penyelenggaraan ACWG-RASA di Yogyakarta. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan keunggulan bandara dalam mendukung penguatan konektivitas udara ASEAN–China sekaligus mengoptimalkan bandara-bandara yang dikelola perusahaan.

Rangkaian kegiatan forum yang berlangsung di Grand Hotel De Djokja juga mencakup kunjungan delegasi ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada 8 Juli 2026. Kunjungan itu bertujuan memperlihatkan fasilitas dan kesiapan bandara dalam mendukung penerbangan internasional. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Candi Borobudur pada 9 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata unggulan Yogyakarta kepada para delegasi dan perwakilan maskapai.

Dalam data yang disampaikan, jumlah penumpang pesawat asal China dengan tujuan ke Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 1,7 juta orang, yang datang melalui penerbangan langsung maupun tidak langsung melalui negara lain.

Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y. Setiady mengatakan penguatan konektivitas ASEAN–China menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam forum ACWG-RASA, sejalan dengan tren permintaan penerbangan dari dan menuju China yang terus meningkat ke berbagai wilayah di Indonesia.

Ia menyebutkan, konektivitas internasional bandara-bandara di Indonesia hingga Desember 2025 mencapai 40,9 juta penumpang dari 230 negara, dengan tingkat pemulihan (recovery rate) 110 persen dibandingkan masa sebelum pandemi. Menurutnya, pasar Asia menyumbang 67 persen dari total tersebut, dan China menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan.

Veri juga menilai permintaan penerbangan dari China ke Indonesia kini tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali. Berdasarkan data lalu lintas penumpang tidak langsung sepanjang 2025, wilayah Jawa mencatat sekitar 992 ribu penumpang, disusul Bali–Nusa Tenggara sekitar 525 ribu penumpang, dan Sumatra sekitar 169 ribu penumpang. Sementara Kalimantan, Sulawesi, dan Papua disebut turut menunjukkan pertumbuhan permintaan yang lebih kecil namun konsisten.

Menurut Veri, sebaran tersebut menunjukkan minat penumpang asal China terhadap destinasi di Indonesia semakin beragam secara geografis. Ia menyatakan kondisi itu menjadi dasar untuk mendorong penguatan konektivitas langsung ASEAN–China, tidak hanya melalui bandara utama, tetapi juga bandara-bandara lain yang menjadi pintu masuk ke berbagai wilayah.

Melalui forum ACWG-RASA, InJourney Airports mempromosikan enam bandara sebagai bagian dari upaya memperluas titik konektivitas langsung ASEAN–China, yakni Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Internasional Minangkabau Padang, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

InJourney Airports juga menyebut keenam bandara tersebut terhubung dengan jaringan bandara lain di sekitarnya, termasuk Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Timika, Jayapura, Kupang, dan Labuan Bajo, sehingga potensi penguatan konektivitas dapat menjangkau kawasan yang lebih luas.

Veri menyatakan perusahaan mendapatkan respons yang dinilai positif dari para delegasi dan maskapai penerbangan, yang akan ditindaklanjuti lebih detail dalam pertemuan berikutnya.

InJourney Airports menyebut dirinya sebagai salah satu operator bandara terbesar kelima di dunia yang melayani 162 juta penumpang di 37 bandara. Perusahaan menyatakan akan terus mengoptimalkan potensi bandara-bandara yang dikelola untuk memperkuat konektivitas Indonesia–China serta berkontribusi terhadap perekonomian dan pariwisata nasional.