BERITA TERKINI
Harga Kopi 23 Januari Naik di Dataran Tinggi Tengah, Lam Dong Tembus 100.200 VND/kg

Harga Kopi 23 Januari Naik di Dataran Tinggi Tengah, Lam Dong Tembus 100.200 VND/kg

Harga kopi domestik pada Kamis pagi, 23 Januari, mencatat kenaikan kuat di sejumlah wilayah utama Dataran Tinggi Tengah. Berdasarkan survei terbaru, harga pembelian mendekati level psikologis 100.000 VND/kg, seiring pasokan yang terbatas dan kecenderungan petani menahan stok.

Di berbagai provinsi Dataran Tinggi Tengah, harga kopi naik sekitar 1.800–2.100 VND/kg dibandingkan sesi sebelumnya. Secara umum, harga bergerak stabil pada kisaran 99.500–100.200 VND/kg, dengan rata-rata sekitar 100.100 VND/kg.

Lam Dong menjadi wilayah dengan penyesuaian paling besar. Di provinsi ini, harga kopi dibeli sekitar 99.500–100.200 VND/kg, meningkat 2.100 VND/kg dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu, di Dak Lak, Gia Lai, dan Quang Ngai, harga berada di sekitar 100.000 VND/kg setelah mengalami kenaikan 1.800 VND/kg. Tren kenaikan dalam beberapa sesi terakhir dinilai mencerminkan tekanan permintaan ekspor, sementara petani masih cenderung berhati-hati dalam melepas hasil panen.

Di pasar internasional, pergerakan harga menunjukkan arah yang berbeda antara Robusta dan Arabica pada penutupan sesi perdagangan terakhir. Di bursa London, harga berjangka kopi Robusta pengiriman Maret 2026 turun 1,27% atau setara US$52/ton menjadi US$4.026/ton. Kontrak Mei 2026 juga melemah 1,02% ke level US$3.943/ton. Sebaliknya, di bursa New York, harga berjangka kopi Arabica pengiriman Maret 2026 naik tipis 0,06% menjadi 347,7 sen AS/pon.

Di tengah dinamika tersebut, arus kopi dari Vietnam—produsen Robusta terbesar dunia—dilaporkan masih relatif lambat. Para pedagang menyebut permintaan tetap tinggi, namun petani enggan menjual karena memperkirakan harga masih berfluktuasi.

Di Kolombia, daya saing kopi dilaporkan tertekan oleh penguatan peso terhadap dolar AS hingga mencapai level tertinggi dalam lima tahun. Kondisi itu berpotensi mengurangi margin keuntungan produsen saat pendapatan ekspor dikonversi ke mata uang lokal.

Adapun laporan Dewan Kopi India menyoroti perubahan tren pada 2025: volume ekspor kopi diproyeksikan turun 4,47% menjadi sekitar 384.000 ton, tetapi nilai ekspor diperkirakan meningkat 22,5% hingga melampaui US$2 miliar. Kenaikan harga ekspor rata-rata dari 348.000 rupee/ton menjadi 465.000 rupee/ton disebut membantu mengimbangi penurunan produksi. Italia, Rusia, dan Jerman tetap menjadi pasar utama yang berperan dalam membentuk permintaan kopi global.