Pertumbuhan anak tidak hanya ditentukan oleh asupan makanan saat mereka memasuki usia sekolah. Pemenuhan gizi justru perlu diperhatikan sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan, periode yang dikenal sebagai 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK).
Dalam periode ini, pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sangat penting sehingga asupan gizi perlu dijaga dengan baik. dr. Tri Agustina, M.Gizi, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, menjelaskan hal tersebut dalam podcast Healthy Talk bertajuk “Pengaruh Gizi terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah” yang tayang di kanal YouTube TribunHealth pada Sabtu (26/6/2021).
Menurut dr. Tri, kebutuhan dasar tumbuh kembang anak mencakup aspek fisik, mental, dan emosional. Ia menyebut konsep “asah, asih, dan asuh” sebagai gambaran kebutuhan tersebut.
“Kalau asah itu lebih ke kebutuhan mental untuk proses belajar dan kemandirian. Sedangkan asih itu lebih ke emosi, kasih sayang dari orang tua. Kemudian asuh yang ketiga ini adalah untuk kebutuhan fisiknya. Salah satunya adalah gizi,” kata dr. Tri.
Ia menerangkan, 1.000 HPK dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut setelah anak lahir hingga usia dua tahun. “Mulai dari sembilan bulan saat dikandung, itu terjadi tumbuh kembang di dalam kandungan seorang ibu. Kemudian setelah lahir, itu usia 0 sampai 24 bulan atau usia 2 tahun,” ujarnya.
Dalam rentang waktu tersebut, asupan gizi ibu juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kebutuhan anak sejak masih berada dalam kandungan. dr. Tri menekankan, pemenuhan gizi yang baik pada periode ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.