Forum Dosen kembali mempertemukan para profesor dan doktor untuk membahas krisis kepemimpinan. Diskusi bertajuk Refleksi Kebangsaan: Asa untuk Negeri di Tengah Krisis Kepemimpinan digelar di Tribun Timur, Jalan Cendrawasih 430, Makassar, Rabu (26/8/2026).
Selama sekitar tiga jam, para peserta bertukar pikiran dan inspirasi. Diskusi dipandu Koordinator Forum Dosen, Dr Adi Suryadi Culla MA. Dosen Administrasi Publik Universitas Islam Makassar (UIM), Dr Subhan Djaya Mappaturung, hadir sebagai pemantik.
Dalam pemaparannya, Subhan tidak memulai dari teori kepemimpinan. Ia mengajak forum menelaah sebuah gambaran sederhana tentang seorang anak sekolah yang ayahnya disebut sebagai pejabat elite dan tokoh lokal di Sulawesi Selatan.
Menurut Subhan, anak tersebut setiap hari diantar empat pembantu ke sekolah. Para pembantu itu tidak hanya mengantar, tetapi juga menunggu selama anak berada di sekolah.
Ia melanjutkan contoh itu pada situasi kerja bakti di sekolah. Ketika para siswa diminta ikut bekerja, orang tua anak tersebut justru meminta agar pekerjaan anaknya digantikan oleh pembantu. “Dan, anak itu disiapkan jadi pemimpin,” kata Subhan.
Subhan menilai, contoh tersebut tidak berhenti pada persoalan perilaku di lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa yang perlu dicermati adalah proses pembentukan cara berpikir seseorang sebelum kelak memasuki ruang kekuasaan.
“Jadi konsolidasi pikiran-pikiran kritis itu tertinggal jauh dari konsolidasi kekuasaan,” jelas Subhan.
Ia juga menyinggung bahwa anak tersebut, dalam kesehariannya, disebut melihat perilaku koruptif sang ayah, sementara pada saat yang sama dipersiapkan untuk menjadi pemimpin. “Jadi dia tumbuh dengan imajinasi koruptif. Makanya, penting memutus imajinasi korupsi,” ujarnya.