SEMARANG — Festival Kuliner Kecap Cap Kakap akan digelar pada 5–6 September 2026 di Jalan Menteri Supeno, tepat di sebelah Taman Indonesia Kaya, Semarang. Mengusung tagline “Berasa Rempahnya”, acara ini membawa pesan tentang dorongan bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sektor kuliner.
Festival tersebut dirancang tidak hanya sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai ruang bagi pelaku UMKM kuliner lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk secara langsung kepada pengunjung. Penyelenggara menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang serta komunitas Rangkul untuk menghadirkan berbagai stand kuliner UMKM.
Kolaborasi itu disebut sebagai bentuk dukungan agar pelaku usaha lokal memiliki ruang untuk berkembang, memperluas pasar, serta meningkatkan pengenalan produk di kalangan warga Semarang maupun wisatawan. Kehadiran UMKM dalam festival juga dipandang sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, karena pertumbuhan industri pangan dan kuliner dapat mendorong terbentuknya rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani dan pemasok bahan baku, tenaga produksi, pelaku UMKM, hingga pekerja distribusi dan perdagangan.
Dalam festival ini, Kecap Cap Kakap—produk kecap asli Semarang yang telah hadir sejak 1958—menyampaikan keinginannya untuk terus berkembang sebagai bagian dari identitas dan ekosistem ekonomi kota. Melalui kegiatan tersebut, Kecap Cap Kakap ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membawa misi agar produk lokal Semarang memiliki daya saing yang lebih luas.
“Bagi kami, produk lokal tidak bisa berdiri sendiri. Di belakang sebuah produk ada banyak orang yang terlibat, mulai dari bahan baku, proses produksi, tenaga kerja, hingga pelaku usaha yang memasarkannya. Karena itu, ketika produk lokal tumbuh, harapannya ekosistem di sekitarnya juga ikut tumbuh,” ujar Ibu Aini Syarifah, Direktur Utama PT Mazzoni Java Utama.
Ke depan, Kecap Cap Kakap juga menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu oleh-oleh khas asli Semarang. Dengan identitas sebagai produk yang lahir dan berkembang di kota tersebut, Kecap Cap Kakap diharapkan dapat menjadi salah satu produk yang merepresentasikan Semarang dan dibawa pulang oleh masyarakat maupun wisatawan.
Selama dua hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan untuk mempertemukan produk lokal dengan masyarakat. Salah satunya program makan gratis 250 porsi Mie Kopyok Pak Dhuwur, yang sekaligus memperkenalkan salah satu kuliner khas Semarang kepada para pengunjung.