Festival “Don An Phu” untuk pertama kalinya digelar sebagai ajang memperkenalkan warisan kuliner khas, sekaligus menghubungkan pelestarian budaya tradisional dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Acara ini berlangsung pada 24–27 Juli 2026.
Selama penyelenggaraan, festival menghadirkan 31 stan yang menampilkan beragam hidangan berbahan kerang sungai Tra Khuc. Selain itu, stan-stan tersebut juga memperkenalkan produk OCOP, produk pertanian khas, serta kuliner tradisional setempat.
Don selama ini dikenal sebagai simbol kuliner pedesaan yang lekat dengan kehidupan masyarakat di hilir Sungai Tra Khuc dan Ve. Melalui festival khusus ini, panitia menargetkan don dapat berkembang menjadi merek wisata kuliner yang diakui secara nasional.
Di area festival, pengunjung dapat mencicipi don rebus yang disajikan dengan kulit lumpia bakar, don goreng, kerang Sungai Tra, serta sejumlah hidangan tradisional lain seperti lumpia bakso ikan, lumpia jagung, siput dalam kaldu, banh xeo, banh beo, dan xu xoa.
Panitia penyelenggara mengerahkan pengolah makanan berpengalaman dari desa-desa untuk mengisi stan. Asal-usul bahan dan prosedur keamanan pangan juga disebut dikontrol secara ketat.
Selain sajian kuliner, festival turut mengintegrasikan berbagai kegiatan budaya dan hiburan. Salah satunya pertunjukan seni rakyat dengan rekonstruksi ruang nyanyian Bài Chòi tradisional, yang ditujukan untuk memberi pengalaman budaya tak benda kepada pengunjung.
Rangkaian kegiatan pendamping juga digelar, antara lain kompetisi “Duta Don”, lomba “Orang yang Makan Don Terbanyak”, kontes pembuatan konten “Don An Phu - Cita Rasa Tanah Air”, serta peragaan busana daur ulang yang mengusung pesan perlindungan lingkungan.
Festival ini juga membuka ruang jejaring bisnis melalui pertemuan langsung antara koperasi, produsen produk OCOP, konsumen, dan pelaku usaha pariwisata.