Dewan Pengurus Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (GAMIES) Provinsi Aceh resmi terbentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 005/DPP-GAMIES/I/2026 tertanggal 20 Januari 2026. Pembentukan kepengurusan ini ditujukan untuk memperkuat peran strategis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh.
Selain penguatan UMKM, kehadiran GAMIES Aceh disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif yang berkelanjutan, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan upaya membangkitkan perekonomian umat di Provinsi Aceh. Informasi pembentukan ini disampaikan pada Minggu, 25 Januari 2026.
DPW GAMIES Aceh dipimpin Adhifatra Agussalim, CIP, CIAPA, CASP, CPAM, C.EML sebagai ketua. Kepengurusan ini didukung Dewan Pembina yang terdiri dari tokoh akademisi dan profesional, yakni Andria Zulfa, SE, M.Si, Ph.D, CGCAE, T. Eddy Faisal Rusydi, S.HI, M.Sc, serta Hendra Wansyah, SE, M.Si.
Dalam struktur organisasi, DPW GAMIES Aceh membentuk sejumlah divisi strategis, meliputi bidang organisasi dan kaderisasi, keagamaan dan sosial, ekonomi dan UMKM, tani dan nelayan, srikandi perempuan, pemuda dan Gen Z, media dan opini publik, pendidikan dan pelatihan, advokasi hukum, hingga hubungan internasional (luar negeri).
Adhifatra menyatakan struktur tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan umat dan kebutuhan masyarakat Aceh secara komprehensif. Ia juga menilai pembentukan kepengurusan ini menjadi titik awal penguatan peran GAMIES di Aceh.
“GAMIES Aceh berkomitmen menjadi wadah perjuangan yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan generasi muda,” ujar Adhifatra.
Ke depan, DPW GAMIES Aceh akan memfokuskan agenda pada konsolidasi internal, pengembangan kader, serta pelaksanaan program sosial, pendidikan, dan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. GAMIES juga menyatakan harapannya untuk bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan Pemerintah Aceh.

