BERITA TERKINI
Diskusi Forum Dosen Soroti “Imajinasi Koruptif” yang Tumbuh Sejak Dini di Keluarga dan Sekolah

Diskusi Forum Dosen Soroti “Imajinasi Koruptif” yang Tumbuh Sejak Dini di Keluarga dan Sekolah

Gagasan tentang korupsi dalam sebuah diskusi Forum Dosen mengarah pada kesimpulan yang lebih luas: korupsi tidak semata-mata muncul ketika seseorang telah menduduki jabatan. Para peserta membicarakan kemungkinan bahwa benihnya dapat tumbuh jauh sebelumnya, melalui cara seseorang memandang kekuasaan, memperlakukan orang lain, dan memahami kewajiban.

Dalam diskusi itu, disebutkan bahwa anak yang terbiasa melihat kekuasaan bekerja melalui fasilitas, pembantu, dan berbagai privilese berpotensi membawa pengalaman tersebut sebagai pengetahuan sosial sehari-hari. Hal-hal yang terus-menerus dilihat dapat menjadi sesuatu yang dianggap biasa, dan pada akhirnya membentuk cara berpikir.

Di titik inilah istilah “imajinasi koruptif” yang dikemukakan Subhan mendapat tempat dalam pembahasan kepemimpinan. Perhatian forum tidak hanya tertuju pada bagaimana menghukum korupsi ketika sudah terjadi, tetapi juga pada bagaimana lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat membentuk manusia yang kelak akan berhadapan dengan kekuasaan.

Imran Hanafi, yang menjadi pembicara terakhir, kembali merujuk pada gagasan Subhan. Ia menyebut apa yang dikemukakan Subhan sebagai fenomena yang tampak di “hilir” masyarakat.

Pernyataan itu mengembalikan diskusi pada pertanyaan yang lebih mendasar. Jika korupsi terlihat di hilir, maka pembentukan cara berpikir tentang kekuasaan berlangsung jauh lebih awal. Sekolah dipandang sebagai salah satu ruang pembentukan, sementara keluarga disebut sebagai ruang yang bahkan lebih awal.

Di antara dua ruang itu, anak belajar mengenali apa yang dianggap wajar. Anak yang terbiasa bekerja bersama teman-temannya dapat belajar tentang tanggung jawab. Sementara anak yang pekerjaannya selalu digantikan orang lain dapat belajar tentang pengecualian. Anak yang menyaksikan orang tua menggunakan kekuasaan untuk memperoleh perlakuan khusus juga sedang menerima pelajaran, meski tidak selalu dalam bentuk nasihat.

Menurut diskusi tersebut, pelajaran itu kerap hadir dalam kebiasaan. Karena itu, percakapan forum tidak berhenti pada pertanyaan tentang siapa yang salah ketika korupsi terjadi, melainkan bergerak ke arah pertanyaan tentang dari mana cara pandang terhadap kekuasaan bermula.

Dari sana, krisis kepemimpinan multilevel dipahami memiliki wajah yang lebih dekat: bukan hanya soal pejabat yang sedang memegang jabatan, melainkan manusia yang sedang dibentuk sebelum memegang jabatan. Imajinasi koruptif, sebagaimana disampaikan Subhan, dinilai perlu diputus sebelum berubah menjadi kebiasaan yang dianggap biasa.