BERITA TERKINI
BGN Sebut Pola Menu MBG Bisa Bantu Stabilkan Harga Pangan dan Serap Hasil Petani

BGN Sebut Pola Menu MBG Bisa Bantu Stabilkan Harga Pangan dan Serap Hasil Petani

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk memastikan pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga pangan serta memperkuat ekonomi petani. BGN menilai, pola permintaan harian yang besar dan terstruktur dari program ini dapat menjadi instrumen untuk membantu menyeimbangkan pasokan di pasar komoditas pangan.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan dampak ekonomi dari pelaksanaan MBG mulai terlihat di sejumlah daerah. Ia menyebut pola menu yang diterapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat memengaruhi pergerakan harga komoditas secara langsung. “Dan saya kira sekarang banyak pihak yang sudah menyebut baik program ini dan tidak hanya akan memberikan pemenuhan gizi kepada penerima manfaat tapi juga dampak ekonomi yang ditimbulkan dari program ini sudah dirasakan,” ujar Dadan di Jakarta, Sabtu (6/12).

Dadan menjelaskan, mekanisme tersebut dijalankan melalui instruksi penyesuaian menu berdasarkan situasi harga di pasar. Saat harga salah satu komoditas turun, SPPG diarahkan untuk meningkatkan penggunaan bahan tersebut dalam menu harian. “Jadi kalau ada harga kentang yang turun, kami sudah instruksikan kepada seluruh SPPG agar memasak kentang minima 1 kali seminggu. Diharapkan kentang akan naik harganya dan petani akan senang,” tuturnya.

Sebaliknya, ketika harga komoditas tertentu naik, BGN meminta SPPG menggeser bahan pangan ke alternatif yang lebih stabil agar tidak menambah tekanan di pasar. Dadan mencontohkan saat harga telur mengalami kenaikan, SPPG diminta lebih banyak memasak ikan dibandingkan telur dan ayam. “Nah kemudian ketika harga telur sekarang naik, kita minta agar seluruh SPPG mengikuti hari ikan sehingga bulan ini lebih banyak ikan yang dimasak dibandingkan telur dan ayam supaya harga tetap terkendali,” kata Dadan.

BGN menilai strategi penyesuaian menu tersebut dapat memberi manfaat ganda. Di satu sisi, petani terbantu karena produk mereka terserap secara rutin. Di sisi lain, masyarakat diharapkan bisa menikmati harga pangan yang lebih stabil. “Sehingga mudah-mudahan dengan kejadian seperti itu, petaninya akan gembira karena produknya dibeli tapi masyarakat secara umum akan senang karena harga tetap stabil,” tutup Dadan.