Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong keterlibatan aktif guru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan. Salah satu bentuk keterlibatan itu dilakukan dengan makan bersama siswa sambil memberikan edukasi tentang gizi.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyampaikan, kehadiran guru saat makan bersama peserta didik tidak semata-mata dimaknai sebagai bagian dari penerima manfaat. Menurut dia, langkah ini juga bertujuan memperkuat fungsi guru sebagai teladan dalam membangun kebiasaan makan sehat.
“Guru dapat memberikan contoh secara langsung tentang bagaimana menikmati makanan bergizi, mengenali komposisi makanan, menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan, serta membangun kebiasaan makan yang baik,” kata Khairul Hidayati dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, MBG tidak berhenti pada penyediaan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun pemahaman mengenai gizi seimbang, kebiasaan makan yang baik, kebersihan, kedisiplinan, serta karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Khairul menilai, proses belajar anak tidak hanya terjadi melalui materi yang disampaikan di kelas, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari. Karena itu, guru disebut dapat menjadi pendidik pertama dalam implementasi Program MBG di sekolah.
Selain menjadi teladan, guru juga dinilai berperan memastikan makanan yang disantap siswa aman serta membantu membangun suasana makan yang positif. Dalam kegiatan makan bersama, guru dapat mengajak siswa mengenali komponen makanan yang tersedia—seperti sumber protein, sayur, buah, dan karbohidrat—serta menjelaskan manfaatnya bagi pertumbuhan dan aktivitas sehari-hari.
“Yang ingin kita bangun adalah kebiasaan. Anak-anak tidak hanya tahu bahwa makanan itu bergizi, tetapi memahami mengapa mereka perlu mengkonsumsi makanan tersebut dan bagaimana membiasakan pola makan yang sehat. Guru memiliki peran penting untuk membantu proses itu menjadi bagian dari keseharian siswa,” ujarnya.
Khairul menegaskan, keterlibatan guru dalam MBG perlu dipahami sebagai bagian dari fungsi pendidikan, bukan semata-mata sebagai tugas tambahan. Sementara itu, pelaksanaan aspek teknis dan administratif program di sekolah disebut dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan pendekatan tersebut, BGN berharap pelaksanaan MBG dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Makanan yang diterima peserta didik diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat.