BERITA TERKINI
Ansar: Gizi Anak dan Penanganan Stunting Jadi Kunci Penguatan SDM di Kepri

Ansar: Gizi Anak dan Penanganan Stunting Jadi Kunci Penguatan SDM di Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengarahkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan layanan dasar, mulai dari akses kesehatan, pemenuhan gizi anak, hingga pencegahan stunting. Langkah-langkah tersebut dinilai saling berkaitan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat.

Arah kebijakan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (7/9/2026).

Di Kota Tanjungpinang, capaian Universal Health Coverage (UHC) per Juli 2026 tercatat 98,30 persen. Namun, kepesertaan aktif JKN-KIS masih berada pada 83,75 persen. Kondisi ini menunjukkan tantangan berikutnya tidak hanya memperluas cakupan kepesertaan, tetapi juga memastikan peserta yang sudah terdaftar tetap aktif agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan saat dibutuhkan.

Penguatan layanan dasar juga terlihat pada program Makan Bergizi Gratis. Hingga saat ini, sebanyak 29.717 peserta didik atau 83,25 persen di 115 satuan pendidikan di Tanjungpinang telah menerima manfaat program tersebut. Pemenuhan gizi anak dipandang sebagai bagian penting dari pembangunan kualitas manusia, seiring upaya memperkuat intervensi stunting melalui deteksi dini dan penanganan berkelanjutan.

Dari sisi layanan kesehatan dasar, puskesmas disebut sebagai ujung tombak. Penguatan dilakukan melalui perbaikan fasilitas, pemenuhan alat kesehatan, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, peningkatan imunisasi bayi, serta deteksi dan penanganan TBC.

Dalam rapat itu, Ansar menekankan perlunya penguatan layanan kesehatan secara bersama-sama agar masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah dan berkualitas. “Kita ingin layanan kesehatan ini terus diperkuat, terutama untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan penanganan stunting bisa kita tekan,” ujar Ansar.

Selain kesehatan, sektor pendidikan turut menjadi perhatian. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan pada aspek sarana dan prasarana pendukung jenjang SD dan SMP di Tanjungpinang dilaporkan telah mencapai 100 persen.

Ansar mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang telah berjalan dan meminta agar berbagai capaian tersebut dilanjutkan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan layanan kesehatan gratis, pemenuhan gizi anak, serta fasilitas kesehatan dasar tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat.

Rangkaian kebijakan itu menunjukkan peningkatan kualitas SDM tidak bertumpu pada satu program semata. Akses kesehatan, kecukupan gizi, pencegahan penyakit, serta lingkungan pendidikan yang memadai dinilai perlu berjalan beriringan agar pembangunan manusia di Kepulauan Riau dapat dimulai sejak tingkat paling dasar.