Diet kerap dipahami sebagai upaya mengurangi jumlah makanan atau menahan lapar demi menurunkan berat badan. Namun, anggapan tersebut tidak selalu tepat karena diet tidak identik dengan makan sesedikit mungkin.
Menurut ahli gizi RS Nirmala Suri Sukoharjo, R. Radyan Yaminar, S.Gz, diet pada dasarnya adalah pengaturan pola makan agar tubuh tetap memperoleh zat gizi yang dibutuhkan. Ia menilai pengurangan makanan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh justru dapat membuat pola diet menjadi tidak sesuai.
Radyan menjelaskan, diet juga tidak hanya ditujukan bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Pengaturan pola makan dapat dilakukan oleh siapa saja, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Karena itu, menjalani diet sebaiknya tidak semata berfokus pada angka di timbangan. Pemilihan makanan dan keseimbangan asupan perlu diperhatikan agar pola makan tetap mendukung kebutuhan tubuh.
Hal tersebut disampaikan Radyan dalam podcast Beauty Health bertajuk “Tips Diet Sehat agar Tampak Lebih Muda” yang tayang di kanal YouTube TribunHealth pada Kamis (2/12/2021). “Diet itu sebenarnya bukan hanya mengurangi porsi makan, tetapi mengatur pola makan,” kata Radyan.
Ia menambahkan, setiap orang dapat menjalani diet, tetapi pola yang diterapkan tidak harus sama. Pengaturan makanan perlu mempertimbangkan kebutuhan individu, termasuk kondisi tubuh dan tujuan yang ingin dicapai.
Radyan juga menekankan pentingnya tetap memenuhi kebutuhan zat gizi saat diet. Menurutnya, tubuh tetap memerlukan protein, vitamin, dan serat sehingga perhatian tidak seharusnya hanya diarahkan pada pengurangan makanan. “Jadi diet itu bukan berarti kita tidak makan, bukan berarti kita mengurangi makan sebanyak-banyaknya,” ujarnya.