BERITA TERKINI
10 Bahan Alami dari Dapur yang Bisa Membantu Mengusir Nyamuk di Rumah

10 Bahan Alami dari Dapur yang Bisa Membantu Mengusir Nyamuk di Rumah

Gigitan nyamuk bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat berkaitan dengan risiko kesehatan. Karena itu, keberadaan nyamuk di rumah kerap membuat penghuni resah. Selain menggunakan semprotan berbahan kimia, sejumlah bahan alami juga kerap dimanfaatkan sebagai alternatif untuk membantu mengusir nyamuk.

Berikut beberapa minyak esensial alami yang disebut dapat membantu menghalau nyamuk, beserta cara pakai praktisnya.

1. Minyak lemon eucalyptus
Minyak lemon eucalyptus telah dikenal sejak tahun 1940-an sebagai pengusir nyamuk alami. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyetujui penggunaannya sebagai bahan aktif dalam produk antinyamuk. Studi tahun 2014 menyebut campuran yang mengandung 32% minyak ini dapat memberikan perlindungan lebih dari 95% selama 3 jam.
Tips penggunaan: campurkan 1 bagian minyak lemon eucalyptus dengan 10 bagian minyak bunga matahari atau witch hazel. Tidak disarankan untuk anak di bawah 3 tahun.

2. Lavender
Lavender yang dihancurkan mengeluarkan aroma dan minyak yang dapat mengusir nyamuk. Studi pada tikus tanpa bulu menemukan minyak lavender cukup efektif melindungi dari gigitan nyamuk. Lavender juga disebut memiliki sifat antinyeri, antijamur, dan antiseptik.
Tips penggunaan: tanam lavender di pot atau kebun, hancurkan bunganya, lalu oleskan minyaknya ke area kulit yang sering digigit, seperti pergelangan kaki atau tangan. Alternatif lain, teteskan ke kain bersih lalu gosokkan ke kulit.

3. Minyak kayu manis
Minyak kayu manis disebut dapat membunuh telur nyamuk dan mengusir nyamuk dewasa, termasuk jenis Asian tiger.
Tips penggunaan: campur 1/4 sendok teh minyak kayu manis (sekitar 24 tetes) dengan 120 ml air untuk larutan 1%, lalu semprotkan ke kulit, pakaian, atau tanaman. Perlu kehati-hatian karena dosis tinggi dapat mengiritasi kulit.

4. Minyak thyme
Minyak thyme dilaporkan efektif melawan nyamuk malaria. Dalam studi pada hewan tahun 2002, 5% minyak thyme yang dioleskan ke kulit memberikan perlindungan hingga 91%. Selain itu, membakar daun thyme disebut dapat memberi perlindungan 85% selama 60–90 menit.
Tips penggunaan: campur 4 tetes minyak thyme dengan 1 sendok teh minyak dasar (misalnya minyak zaitun). Untuk semprotan, campur 5 tetes minyak thyme dengan 60 ml air.

5. Minyak catmint Yunani
Tanaman Nepeta parnassica masih satu keluarga dengan catnip dan disebut dapat mengusir nyamuk. Minyak dari daun yang dihancurkan dilaporkan bekerja selama 2–3 jam. Studi dari Universitas Iowa juga menyebut minyak catnip 10 kali lebih ampuh daripada DEET dalam mengusir nyamuk.

6. Minyak kedelai
Produk berbahan dasar minyak kedelai, seperti Bite Block Kids (dengan 2% minyak kedelai), disebut mampu memberikan perlindungan yang tahan lama.
Tips penggunaan: minyak kedelai dapat dicampur dengan sedikit minyak sereh (lemongrass) untuk perlindungan tambahan terhadap berbagai jenis nyamuk.

7. Minyak citronella
Citronella berasal dari campuran tanaman herbal dan sering digunakan sebagai bahan utama lilin antinyamuk. Jika diracik dengan tepat, citronella disebut bisa seefektif DEET dan melindungi hingga 2 jam. Namun, bila formulanya kurang tepat, minyak ini mudah menguap sehingga efeknya cepat hilang.

8. Minyak tea tree
Minyak tea tree atau melaleuca oil dikenal memiliki sifat antiseptik dan antimikroba. Sejumlah penelitian menunjukkan minyak ini juga efektif melawan nyamuk, lalat, dan serangga penghisap darah lainnya.

9. Geraniol
Geraniol merupakan alkohol alami dari tanaman seperti citronella, sereh, dan mawar. Sebagai pengusir nyamuk, geraniol disebut efektif selama 2–4 jam, tergantung jenis nyamuknya. Kontak langsung dengan mata dan kulit sensitif sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan iritasi.

10. Minyak neem
Minyak neem kerap disebut sebagai alternatif alami, meski efektivitasnya bervariasi. Studi tahun 2015 di Ethiopia menyebut minyak neem memberi perlindungan lebih dari 70% selama 3 jam. Meski demikian, minyak neem tidak disarankan dioleskan langsung ke kulit, terutama saat bepergian ke wilayah rawan penyakit akibat nyamuk, karena berpotensi memicu iritasi.
Tips penggunaan: campurkan 50–100 ml minyak neem dengan air, lotion, atau minyak dasar. Versi cold-pressed (ekstra virgin) disebut memberi hasil terbaik.