BERITA TERKINI
Tren Reels Instagram Awal September 2026: IYUNGG IYUNGG, Tarian Semut, hingga Nostalgia 2016

Tren Reels Instagram Awal September 2026: IYUNGG IYUNGG, Tarian Semut, hingga Nostalgia 2016

JAKARTA – Linimasa Instagram Indonesia kembali diramaikan beragam tren yang berseliweran di Reels pada awal September 2026. Tak hanya soal dance, sejumlah audio, meme, hingga format carousel ikut mencuri perhatian karena dinilai dekat dengan keseharian pengguna.

Tren pekan ini didominasi konten sederhana dengan kekuatan utama pada audio yang mudah dikenali dan format yang gampang ditiru. Akibatnya, sejumlah sound muncul berulang kali di lini masa pengguna.

Salah satu yang paling sering terlihat adalah tren bertajuk “Gaining 3K followers in a week using this sound”. Kreator biasanya mengunggah video selfie, pemandangan, artwork, atau visual sederhana, lalu menambahkan teks mengenai jumlah pengikut yang berhasil diraih. Formatnya kerap dibuat untuk memancing rasa penasaran, misalnya dengan tulisan “Seeing people gaining 3K followers in a week using this sound. I’m currently at…” dan mengajak pengguna lain mengikuti pola serupa.

Selain tren audio, konten mengenai jam terbaik mengunggah di Instagram agar views meningkat juga banyak beredar. Infografik berisi rekomendasi waktu unggah dari Senin hingga Minggu ramai disimpan pengguna. Reels masih menjadi salah satu format andalan untuk menjangkau audiens lebih luas, sehingga informasi waktu unggah kerap dipakai sebagai bagian dari strategi kreator mengejar views dan engagement.

Di sisi lain, tren nostalgia 2016 ikut naik. Sejumlah pengguna kembali mengunggah foto lama, gaya berpakaian, hingga momen dari era tersebut, disertai narasi kerinduan pada masa yang dianggap lebih sederhana. Tagar dan format #2016 kembali bermunculan, bahkan tren ini turut diikuti sejumlah brand yang membuat konten bernuansa throwback.

Tren lokal bernuansa absurd juga menjadi hiburan tersendiri di Reels. Salah satunya audio “IYUNGG IYUNGG” dengan gaya manja dan lirik yang identik dengan kalimat “gamau makan kalau ga disuapin.” Kreator biasanya berakting seperti bayi yang ngambek dan meminta disuapi, dengan gerakan sederhana seperti membuka mulut lebar-lebar, mengelus rambut, hingga memasang ekspresi merajuk. Karena mudah ditiru, format ini cepat menyebar dalam berbagai versi.

Tren lain yang ramai adalah “tarian semut” yang banyak digunakan untuk konten perkantoran. Gerakannya mengandalkan tangan yang dibuat menyerupai gerakan semut dan dilakukan berulang di berbagai lokasi. Tren ini kerap dikaitkan dengan candaan soal bonus makanan, misalnya tantangan membuat konten tarian semut dengan iming-iming satu kantor akan mendapat traktiran ayam. Kesederhanaan gerakan membuat tren tersebut mudah diikuti tanpa kemampuan dance khusus.

Sementara itu, audio “to the left, to the right” juga dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk promosi kampus. Sejumlah mahasiswa membuat video dengan gerakan sinkron di depan gedung, jembatan, hingga taman kampus. Konten semacam ini memancing komentar warganet yang tidak hanya membahas dance, tetapi juga melempar candaan dan roasting ringan.

Dari sisi meme, frasa “Selain donatur dilarang ngatur turr” ikut berseliweran sebagai bahan lipsync dan impersonate. Kreator membawakan kalimat tersebut dengan ekspresi berlebihan, mulai dari pose flexing, tangan di dada, hingga mimik dramatis.

Format carousel juga masih diminati. Dua gaya yang banyak muncul adalah duo gengster dan couple carousel. Duo gengster umumnya berisi selfie berdua yang dipadukan label bergaya Pinterest serta tangkapan layar percakapan WhatsApp atau Facebook yang kocak. Sementara tren pasangan menggunakan template “this is us” dalam beberapa slide untuk membandingkan kebiasaan, seperti siapa yang paling sering terlambat, jam tidur, makanan favorit, hingga rencana perjalanan.

Ada pula format “satu circle keras kepala semua” yang menampilkan beberapa panel berdasarkan urutan anak pertama, anak tengah, dan anak bungsu. Intinya, seluruh anggota pertemanan digambarkan sama-sama keras kepala.

Bagi pengguna yang ingin ikut meramaikan tren pekan ini, format IYUNGG IYUNGG dan tarian semut disebut tergolong paling mudah dicoba karena tidak membutuhkan kemampuan dance yang rumit. Sementara bagi kreator yang mengejar pertumbuhan akun, format video dengan teks jumlah followers dapat menjadi salah satu eksperimen. Adapun waktu unggah yang ramai direkomendasikan dalam berbagai konten tips Instagram berada di kisaran 19.00–21.00 WIB.

Meski begitu, tren di Instagram bergerak cepat. Audio yang hari ini memenuhi Reels bisa tergeser dalam hitungan hari. Karena itu, mengikuti tren tidak semata memakai sound yang sedang viral, melainkan menyesuaikannya dengan karakter dan jenis konten masing-masing. Awal September 2026 kembali menunjukkan Reels masih menjadi arena utama lahirnya tren baru Instagram Indonesia, mulai dari konten mengejar followers, nostalgia 2016, dance absurd, hingga meme yang berangkat dari percakapan sehari-hari.