BERITA TERKINI
Tren Mengunyah Jahe Mentah untuk Cegah Flu Ramai di Medsos, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Lambung

Tren Mengunyah Jahe Mentah untuk Cegah Flu Ramai di Medsos, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Lambung

Tren mengunyah jahe mentah secara langsung belakangan ramai di media sosial. Cara ini diklaim dapat menolak dan meredakan flu. Namun, kebiasaan tersebut dinilai berisiko, terutama bagi kesehatan pencernaan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, menjelaskan jahe memang memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi. Menurutnya, jahe dapat membantu meredakan radang tenggorokan serta memberi efek menghangatkan tubuh saat gejala awal flu muncul.

Meski demikian, dr. Yaze menegaskan jahe bukan obat yang dapat membunuh virus flu secara instan. “Jahe memang bagus banget buat meredakan radang tenggorokan dan menghangatkan tubuh saat gejala awal flu. Tapi, jahe bukan obat pembunuh virus flu secara instan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan tren mengunyah jahe mentah, terutama saat perut kosong, tidak dianjurkan. Sifat perih dan tajam dari senyawa aktif pada jahe mentah dapat memicu gangguan pada lambung dan berpotensi memperburuk kondisi seperti iritasi lambung maupun GERD.

Untuk tetap mendapatkan manfaat jahe dengan cara yang lebih aman, dr. Yaze menyarankan pengolahan yang lebih lembut. “Cara terbaik cukup geprek jahe dan diseduh dengan air hangat. Bisa ditambah madu ataupun lemon,” katanya.

Di luar konsumsi jahe, pencegahan flu tetap membutuhkan penerapan pola hidup sehat, termasuk pemenuhan gizi seimbang, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup.

Dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, juga disebut akan membagikan edukasi kesehatan interaktif melalui siaran langsung di TikTok bertema “Porsi vs Kalori”.