BERITA TERKINI
Tren Makan Sarden untuk Kulit Glowing Viral di TikTok, Seberapa Terbukti Manfaatnya?

Tren Makan Sarden untuk Kulit Glowing Viral di TikTok, Seberapa Terbukti Manfaatnya?

Tren kecantikan di TikTok kembali bergeser dari sekadar membahas produk skincare ke pola makan. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah kebiasaan makan ikan sarden yang disebut-sebut dapat membuat kulit glowing, lembap, hingga bebas jerawat.

Sejumlah kreator konten bahkan menjuluki sarden sebagai “skincare alami” karena diyakini mampu meredakan kemerahan dan membantu mengatasi jerawat. Tren ini kian mencuat setelah model Anok Yai mengungkap kebiasaannya menjelang Victoria's Secret Fashion Show 2025. Ia menyebut rutin makan satu kaleng sarden setiap malam selama masa persiapan agar kulitnya terlihat glowing maksimal.

Lalu, apakah sarden benar-benar ampuh untuk kesehatan kulit? Ikan sarden memang dikenal kaya asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA. National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat menyebut ikan dan seafood sebagai salah satu sumber utama kedua jenis omega-3 tersebut.

Omega-3 menarik perhatian karena kaitannya dengan peradangan. Sebuah studi pada 2025 yang meneliti omega-3 dan hubungannya dengan kondisi peradangan kulit—termasuk jerawat, psoriasis, dan eksim—menemukan bahwa suplemen omega-3 berpotensi membantu mengurangi peradangan dan mendukung lapisan pelindung kulit. Namun, para peneliti juga menekankan bahwa bukti penelitian pada manusia masih terbatas.

Selain itu, sebagian besar riset yang ada lebih banyak membahas omega-3 secara umum, bukan konsumsi sarden secara khusus, dan banyak menggunakan bentuk suplemen. Karena itu, belum ada bukti pasti bahwa makan satu kaleng sarden setiap malam dapat menjadi pengobatan jerawat atau cara cepat mendapatkan kulit glowing.

Meski demikian, sarden tetap memiliki profil gizi yang baik. Selain omega-3, sarden mengandung protein yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memperbaiki jaringan. Asupan protein yang cukup juga penting karena kolagen merupakan protein. Sarden juga mengandung vitamin B12, vitamin D, selenium, serta kalsium jika tulang lunaknya ikut dimakan. Namun, manfaat nutrisi tersebut tidak bekerja seketika seperti produk perawatan kulit.

Kondisi kulit pada dasarnya dipengaruhi banyak faktor, seperti kualitas tidur, hormon, hidrasi, genetik, paparan sinar matahari, hingga rutinitas perawatan kulit. Karena itu, perubahan kulit setelah mengikuti tren makan sarden sulit dipastikan berasal dari satu faktor saja.

Dari sisi keamanan konsumsi, FDA memasukkan sarden dalam kategori ikan dengan kadar merkuri lebih rendah. Namun, bagi yang sering mengonsumsinya, kandungan natrium pada produk kemasan perlu diperhatikan. Orang dengan asam urat atau yang dianjurkan membatasi makanan tinggi purin juga disarankan lebih berhati-hati.

Pada akhirnya, sarden bukan makanan ajaib untuk kulit glowing instan. Namun, sebagai makanan bergizi, sarden tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang.