Tren “Linimasa Google Maps” belakangan ramai di TikTok. Konten ini menampilkan riwayat perjalanan pengguna dalam bentuk visualisasi rute yang bergerak di atas peta, sehingga jejak perjalanan selama periode tertentu terlihat lebih mudah dipahami.
Riwayat lokasi yang sebelumnya hanya tersimpan sebagai data di Google Maps kini dapat diolah menjadi video untuk dibagikan. Formatnya berupa garis rute yang bergerak mengikuti perjalanan, dan kerap digunakan untuk merangkum momen liburan, aktivitas selama beberapa bulan, hingga perjalanan dalam kurun satu tahun.
Visualisasi tersebut dapat dibuat tanpa memasang aplikasi tambahan. Prosesnya dilakukan melalui layanan berbasis web dengan memanfaatkan data Linimasa (Timeline) Google Maps yang tersimpan di akun pengguna. Karena bergantung pada riwayat lokasi, kelengkapan data perjalanan akan memengaruhi hasil rute yang ditampilkan.
Untuk mengikuti tren ini, pengguna perlu menyiapkan data Linimasa Google Maps terlebih dahulu. Salah satu langkah yang disebutkan adalah membuka menu “Pengaturan (Setting)” di ponsel Android, lalu memilih “Lokasi (Location)” dan melanjutkan ke “Layanan Lokasi (Location Services)”.
Setelah itu, pengguna dapat membuka fitur “Linimasa (Timeline)” Google Maps melalui akun Google yang digunakan untuk menyimpan riwayat lokasi. Dari sana, pengguna memilih data perjalanan atau rentang waktu yang ingin dijadikan bahan visualisasi, misalnya satu bulan, beberapa bulan, atau satu tahun.