Media sosial kembali menunjukkan pengaruhnya terhadap tren di kalangan anak muda, termasuk dalam upaya melestarikan budaya lokal. Belakangan, konten bertema kebaya ramai bermunculan di TikTok dan kerap masuk halaman For You Page (FYP).
Dikutip dari Kompasiana, tren bertajuk “FYP in Kebaya” mendorong banyak anak muda mengenakan kebaya dalam berbagai aktivitas, mulai dari wisuda, jalan-jalan, hingga membuat konten kreatif di media sosial. Fenomena ini dinilai membantu memperkenalkan kembali kebaya kepada generasi muda dengan cara yang lebih modern dan mudah diterima.
Tren tersebut juga dianggap menjadi contoh bahwa media sosial tidak selalu berdampak negatif. Platform digital dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas.
Sejumlah kreator konten turut mengangkat tema budaya lain, seperti batik dan tarian tradisional, dengan konsep yang lebih segar sehingga lebih dekat dengan selera generasi muda.
Meski begitu, sebagian warganet berharap penggunaan kebaya tidak berhenti pada sekadar mengikuti tren viral. Kebaya dipandang memiliki nilai sejarah dan identitas budaya yang penting untuk dijaga.
Dengan berbagai respons tersebut, tren “FYP in Kebaya” dinilai dapat menjadi langkah positif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia di tengah perkembangan era digital. Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa budaya tradisional masih bisa relevan di kalangan anak muda, termasuk ketika ditampilkan dengan pendekatan yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai utamanya.