Tren mengubah foto menjadi bergaya tahun 1980-an dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) tengah ramai di media sosial. Pengguna cukup mengunggah foto dan menuliskan perintah (prompt), lalu dalam hitungan waktu singkat wajah pada foto dapat berubah menjadi potret retro lengkap dengan gaya rambut, pakaian, serta nuansa warna dan karakter kamera khas era tersebut.
Meski terlihat mudah dan sepenuhnya digital di layar, proses pembuatan gambar AI menyisakan bagian yang tidak tampak. Komputer yang menjalankan sistem AI harus bekerja untuk menghasilkan setiap gambar.
Komputer tersebut berada di pusat data yang memerlukan listrik, sistem pendingin, air, dan perangkat keras. Dengan kebutuhan itu, pembuatan foto berbasis AI tidak hanya berhenti pada aktivitas digital, tetapi juga memiliki jejak fisik yang berkontribusi terhadap pemanasan Bumi.