Tosora Kopi hadir sebagai tempat nongkrong baru di Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Kedai ini membawa konsep yang berbeda dari kedai kopi pada umumnya, salah satunya dengan memberi kesempatan kepada pengunjung untuk meracik kopi sendiri menggunakan peralatan yang disediakan.
Perjalanan Tosora Kopi bermula dari aktivitas pemiliknya, Yusuf, yang sebelumnya menjajakan kopi keliling menggunakan motor tua Honda Super C800. Setelah pengalaman tersebut, ia kemudian membuka kedai tetap berukuran 14x20 meter yang resmi beroperasi pada 25 Februari 2025.
Yusuf, yang berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan dan dikenal sebagai penulis, menyebut keinginannya mendirikan Tosora Kopi berangkat dari pengalaman berkeliling menjual kopi. Ia ingin menghadirkan ruang yang tenang dan intim bagi penikmat kopi yang ingin menikmati minuman tanpa keramaian berlebihan.
Berbeda dari coffee shop kekinian yang kerap menampilkan musik live dan berbagai gimmick modern, Tosora Kopi mengedepankan ketenangan. Ruang terbuka bergaya joglo menjadi ciri utama yang menghadirkan kesan tradisional dan hangat. Pengunjung juga disambut aroma kopi serta suasana teduh yang dikelilingi bunga-bunga yang dirawat dan tertata rapi.
Dari sisi pilihan bahan, Tosora Kopi menyediakan beragam biji kopi, mulai dari kopi lokal hingga biji dari sejumlah daerah lain seperti Jawa, Bali, Aceh, dan Sumatra. Yusuf juga memberikan edukasi langsung kepada pelanggan mengenai proses pembuatan kopi serta jenis-jenis biji kopi yang tersedia.
“Kami ingin memberikan kesan yang berbeda kepada para pelanggan yang datang berkunjung disini, dengan cara memberikan edukasi tentang kopi, proses pembuatan kopi, serta jenis-jenis biji kopi yang ada di sini. Tujuannya agar mereka juga tau apa dan bagaimana kopi yang mereka nikmati itu,” ujar Yusuf, Sabtu (24/1/2026).
Menu yang ditawarkan cukup variatif, mencakup minuman kopi dan non-kopi dengan harga mulai Rp 15.000 hingga Rp 30.000, tergantung jenisnya. Tosora Kopi juga menyediakan makanan pendamping dengan kisaran harga yang sama, yakni Rp 15.000 sampai Rp 30.000.
Selain sajian minuman dan makanan, Tosora Kopi turut menghadirkan ruang baca serta koleksi buku yang dijual. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung suasana yang lebih damai dan mendidik.
“Jadi pengunjung yang datang ke sini, selain menikmati menu yang ada, mereka juga dapat menikmati obrolan ringan atau membaca buku sambil menikmati minuman favorit tanpa gangguan suara musik,” ungkap Yusuf.
Sejumlah pengunjung mengaku menikmati konsep yang ditawarkan. Fatha menilai suasana kedai cukup tenang dengan cita rasa kopi dan camilan yang nikmat, serta pelayanan yang ramah. “Yang saya suka karena di sini tersedia banyak buku dan tempat khusus untuk kami baca buku,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Putri, mengatakan rasa kopi di Tosora Kopi pas di lidahnya. Ia juga menyebut suasana nyaman serta kesempatan belajar tentang kopi menjadi daya tarik tersendiri. “Kopinya juga enak, minuman yang sering saya pesan butterscotch,” kata Putri.

