BERITA TERKINI
Syahrini Ungkap Cara Membangun Ciri Khas Gaya yang Dianggap Antimainstream hingga Viral

Syahrini Ungkap Cara Membangun Ciri Khas Gaya yang Dianggap Antimainstream hingga Viral

Penyanyi Syahrini dikenal dengan gaya berbusana nyentrik dan jargon-jargon unik yang kerap mencuri perhatian publik. Baru-baru ini, ia mengungkap pandangannya soal bagaimana ciri khas tersebut terbentuk hingga kerap kembali viral di media sosial.

Topik itu mencuat saat Syahrini hadir dalam sebuah podcast bersama presenter Choky Sitohang. Dalam perbincangan tersebut, Choky menyinggung soal gaya Syahrini yang kembali ramai dibicarakan, meski beberapa penampilannya sudah terjadi bertahun-tahun lalu.

Syahrini menegaskan, ia tidak pernah merencanakan untuk menciptakan tren atau sengaja membuat sesuatu agar viral. Menurutnya, pilihan busana dan jargon yang melekat pada dirinya muncul secara alami, tanpa skenario maupun rekayasa.

“Enggak pernah terpikir (untuk viral)… Katanya baju yang dipakai 10 tahun lalu kok relate sama hari ini? Enggak ada tuh bakal terpikir pokoknya baju ini harus jadi tren, jargon ini direkayasa dulu, di- create dulu supaya akan booming, akan viral,” kata Syahrini dalam tayangan YouTube The Princess Syahrini pada Rabu (2/9/2026).

Istri pengusaha Reino Barack itu menjelaskan, gaya berpakaiannya yang sering dianggap antimainstream berangkat dari spontanitas. Ia mengaku kerap memilih baju yang menurutnya cocok dan disukai, meski belum tentu diminati orang lain.

“Spontan aja. Misalkan buka lemari pakai baju ini ah. Orang enggak mau pakai misalkan, tapi aku suka pakainya,” tuturnya.

Dari pengalamannya, Syahrini menyampaikan pesan agar setiap orang berani menjadi diri sendiri tanpa harus meniru orang lain. Ia menilai membangun ciri khas pribadi lebih penting daripada sekadar mengejar validasi publik.

Syahrini juga menekankan bahwa prioritas utamanya dalam berpenampilan adalah rasa nyaman dan bahagia, selama tidak merugikan orang lain. Namun, ia mengakui bahwa sejumlah pilihannya justru menarik perhatian hingga ditiru banyak orang, termasuk penggunaan bulu mata “anti badai” yang disebutnya masih populer hingga kini.

“Jadi makanya itu. Jadilah diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain. Jadi pionir tanpa harus jadi second layer orang. Membangun, nge- build jati diri, signature kita ini apa ya. Aku begitu aja.”

“Aku suka sama baju itu. Aku suka sama tampilanku hari itu. Aku nyaman, aku bahagia, aku tidak menyakiti orang dengan bajuku, dengan tampilanku.”

“Malah hari ini orang-orang seneng pakai bajuku, pakai bulu mata,” ujarnya memungkasi.