Ombudsman Republik Indonesia (ORI) meminta agar junk food atau makanan tak bergizi dengan kandungan kalori, lemak, dan gula tinggi tidak dimasukkan ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). ORI menilai penyajian makanan jenis tersebut tidak sejalan dengan tujuan program yang menekankan pemenuhan gizi.
Anggota ORI Yeka Hendra Fatika mengatakan, esensi MBG adalah memastikan unsur gizi benar-benar terpenuhi. Karena itu, ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tidak lagi memperbolehkan sekolah menyediakan menu seperti sosis, burger, maupun chicken nugget dalam program tersebut.
Yeka menyatakan, jika variasi menu diperlukan agar siswa tidak bosan, hal itu dapat diatasi melalui pengolahan mandiri menggunakan bahan-bahan yang tinggi gizi. Ia mencontohkan, makanan seperti nugget dapat dipertimbangkan bila dibuat sendiri dan bukan termasuk makanan ultra-proses.
Sebelumnya, BGN menjelaskan bahwa spageti dan hamburger pernah disajikan sebagai menu berdasarkan permintaan siswa. Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyampaikan, menu tersebut merupakan salah satu cara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengatasi kebosanan siswa yang terlalu sering mengonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat.
Nanik menyebut siswa diperbolehkan mengajukan permintaan menu, namun hanya dapat dilakukan sekali dalam seminggu. Ia menegaskan bahwa menu yang diminta siswa tersebut bukan menu harian, melainkan bentuk kreativitas salah satu SPPG di daerah agar anak-anak tidak bosan.

