TikTok kembali melahirkan tren yang menarik perhatian pengguna di berbagai negara. Salah satu yang belakangan ramai dibicarakan adalah “Velocity”, teknik pengeditan video yang kerap dipadukan dengan tarian dan efek gerakan lambat (slow motion).
Tren ini tidak hanya diikuti pengguna biasa, tetapi juga menarik minat sejumlah artis, termasuk beberapa idol asal Korea Selatan. Kehadiran para idol tersebut turut membuat tren Velocity semakin sering muncul di linimasa dan dibicarakan warganet.
Secara harfiah, “velocity” berarti kecepatan. Namun di TikTok, istilah ini merujuk pada cara mengatur kecepatan klip video—dipercepat atau diperlambat pada momen tertentu—agar selaras dengan irama musik yang digunakan.
Pengaturan tempo ini menghasilkan tampilan visual yang lebih dramatis dan sinematik. Karena itu, efek velocity sering diterapkan pada video tarian, transisi, atau untuk menonjolkan momen spesifik. Di TikTok, tren ini juga dikenal melalui gerakan dance yang dinilai mudah diikuti, misalnya gerakan tangan dengan beberapa jari yang ditonjolkan dan diberi efek slow motion agar terlihat lebih dramatis.
Sejumlah aplikasi pengeditan video turut mendukung pembuatan efek tersebut. Salah satunya CapCut yang menyediakan fitur “velocity” untuk mengatur kecepatan video, sehingga pengguna dapat menciptakan efek slow motion maupun fast motion sesuai kebutuhan.
Tren Velocity disebut sempat digandrungi pengguna media sosial di Indonesia. Namun dalam beberapa waktu terakhir, tren ini juga banyak diikuti idol Korea Selatan. Selain faktor popularitas para idol, tren ini semakin viral karena dianggap menawarkan visual yang estetis serta ruang ekspresi kreatif bagi mereka yang ikut membuat konten.