BERITA TERKINI
Mengenal Perbedaan Herd Mentality dan FOMO di Balik Tren Viral di Media Sosial

Mengenal Perbedaan Herd Mentality dan FOMO di Balik Tren Viral di Media Sosial

Media sosial kerap mendorong pengguna untuk ikut dalam tren yang sedang viral. Dalam psikologi, dua istilah yang sering dikaitkan dengan perilaku ikut-ikutan ini adalah herd mentality dan Fear of Missing Out (FOMO). Meski sama-sama membuat seseorang mengikuti arus, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada motif dan dorongan emosional yang melatarbelakangi.

Menurut ulasan Alodokter, herd mentality atau perilaku kelompok terjadi ketika seseorang meniru tindakan mayoritas secara tidak sadar. Dorongan utamanya adalah keinginan untuk diakui dan merasa aman dengan menjadi bagian dari kelompok. Dalam kondisi ini, seseorang mengikuti tren karena menganggap keputusan massa sebagai pilihan yang paling benar.

Sementara itu, FOMO lebih berkaitan dengan kecemasan. Alodokter menjelaskan FOMO sebagai rasa takut yang mendalam akan tertinggal informasi atau momen menyenangkan yang dinikmati orang lain. Dorongan ini bersifat lebih individual dan muncul karena rasa tidak nyaman bila menjadi satu-satunya yang tidak mengetahui atau tidak ikut merasakan sesuatu yang sedang ramai.

Perbedaan lainnya tampak pada tingkat kesadaran berpikir. Seseorang yang terjebak herd mentality cenderung melebur dalam keputusan massa hingga kehilangan pemikiran kritis. Adapun pada FOMO, pelakunya biasanya menyadari bahwa mereka sedang membandingkan diri dengan orang lain dan merasa terdorong ikut tren untuk meredakan rasa cemas.

Memahami batas antara kedua fenomena ini dinilai penting agar pengguna tetap bijak dalam beraktivitas di dunia maya. Baik herd mentality maupun FOMO dapat berdampak buruk jika membuat seseorang kehilangan identitas diri. Mengenali motif pribadi dapat membantu seseorang lebih selektif dalam merespons setiap tren baru.