Bagi sebagian warga di kawasan Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat, akhir pekan menjadi waktu untuk berburu kuliner rumahan. Di Jalan Badila II No.15, dari balik pagar hijau yang menjadi ciri rumah tersebut, aroma mentega kerap tercium saat Martabak Bangka dan Kue Pukis Top Bangka F2 mulai diproduksi.
Usaha milik Petter ini dikelola dari dapur rumahan yang sederhana dan bersih. Martabak manis khas Bangka yang dibuatnya dikenal memiliki tekstur bersarang dengan pori-pori halus, menandakan adonan matang merata. Bagian pinggirnya disebut krispi keemasan, sementara bagian tengah tetap lembut, lembap, dan juicy.
Petter menuturkan proses belajarnya dimulai secara otodidak. “Saya belajar masak martabak awalnya otodidak melihat dari YouTube, tapi untuk memperdalam pengembangan olahan martabak Bangka ini saya belajar ke ahlinya,” ujar Petter, Sabtu (07/03/2026).
Menurutnya, komitmen tersebut berpengaruh pada hasil akhir martabak, termasuk aroma butter yang kuat namun tetap nyaman di tenggorokan.
Meski menggunakan bahan berkualitas dan menerapkan teknik yang ia sebut profesional, Petter mematok harga yang disebut tetap ramah di kantong. Ia menjalankan usaha ini hanya pada hari Sabtu dan Minggu, dibantu putrinya, karena pada hari biasa ia bekerja. Pelayanan pesanan dilakukan langsung dari rumahnya di RT 11/RW 04 Tangki, Jakarta Barat.