Kasus dugaan penganiayaan terhadap dua wartawan saat meliput isu keracunan massal Makanan Bergizi (MBG) di Jakarta Timur berakhir damai. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 02 Pasar Rebo menyatakan insiden tersebut terjadi karena kesalahpahaman terkait alamat lokasi liputan.
Kepala SPPG Gedong 02 yang juga Koordinator Kecamatan (Kapokcam), Muhammad Ichsan, mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Menurutnya, pada saat itu ia tengah mendampingi kegiatan siswa SDN 01 Gedong di dapur SPPG Gedong 01 yang berada di sekitar lokasi.
Ichsan menjelaskan, petugas keamanan di SPPG Gedong 02 hanya menjalankan prosedur operasional standar (SOP) yang melarang orang asing melakukan peliputan tanpa izin dari KSPPG. Ia menegaskan petugas keamanan bertugas sesuai ketentuan dan membantah adanya penganiayaan.
Menurut Ichsan, dua wartawan yang datang mengira kasus keracunan MBG yang menimpa siswa SDN 01 Gedong berkaitan dengan SPPG Gedong 02. Padahal, peristiwa tersebut disebut terkait dengan dapur SPPG Gedong 01.
Ia menyampaikan bahwa persoalan ini telah diselesaikan melalui mediasi di Mapolsek Pasar Rebo. Kedua belah pihak disebut telah berjabat tangan sebagai tanda perdamaian. Meski demikian, Ichsan menyampaikan permintaan maaf apabila terdapat tindakan yang dinilai kurang berkenan oleh pihak wartawan.
Sebelumnya, dua wartawan, Munir dari WartaKota dan Kiki dari MNC, mengaku mengalami kekerasan saat hendak meliput dugaan keracunan MBG di SDN 01 Gedong, Jakarta Timur, pada Selasa, 30 September 2025.
Munir menuturkan, ia bersama Kiki menelusuri lokasi SPPG yang diduga menjadi penyedia MBG. Berdasarkan penelusuran melalui Google Maps, keduanya tiba di SPPG Gedong 02. Munir mengatakan sempat diminta masuk oleh seorang penjaga yang mengira dirinya petugas pencuci wadah makanan, namun saat hendak menemui kepala SPPG, mereka diminta keluar. Adu argumen kemudian terjadi, dan situasi disebut memanas ketika Munir merekam video.

