BERITA TERKINI
Kemenhaj Fasilitasi Ekspor Perdana 76 Ton Bumbu Khas Indonesia ke Arab Saudi

Kemenhaj Fasilitasi Ekspor Perdana 76 Ton Bumbu Khas Indonesia ke Arab Saudi

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) mendukung ekspor perdana 76 ton bumbu masak khas Indonesia ke Arab Saudi yang dilakukan PT Niaga Citra Mandiri pada Selasa (3/3).

Direktur Fasilitas Kemitraan PE2HU Kemenhaj RI, Tri Hidayatno, menyatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses produk nasional dalam ekosistem ekonomi haji sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar di Arab Saudi. Menurutnya, dukungan ini tidak semata berorientasi pada aktivitas perdagangan, melainkan terkait upaya menghadirkan layanan haji dan umrah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan jemaah.

“Ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan layanan ibadah, tetapi juga penguatan sektor usaha nasional. Melalui fasilitasi ini, kami mendorong agar produk konsumsi bercita rasa Nusantara dapat menjadi bagian dari layanan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi,” ujar Tri dalam keterangan resmi.

Ekspor perdana tersebut mencakup pengiriman 76 ton bumbu pasta dengan sejumlah varian, antara lain bumbu nasi uduk, balado, nasi goreng, nasi goreng kampung, woku, dan rujak. Produk-produk ini disiapkan untuk mendukung operasional dapur layanan konsumsi jemaah di Makkah dan Madinah.

Tri menambahkan, Ditjen PE2HU secara berkelanjutan membuka ruang kemitraan dan memperluas akses pasar bagi UMKM serta pelaku usaha nasional agar dapat terlibat dalam rantai pasok ekonomi haji. Perluasan akses tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

“Kami berkomitmen membuka akses, memfasilitasi kemitraan, dan memastikan pelaku usaha nasional memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi haji, khususnya di Arab Saudi,” tegasnya.

Ia juga menyebut dukungan ekspor ini mencerminkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menilai capaian tersebut sebagai tonggak penting bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk menembus pasar internasional. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya saing global. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan keberlanjutan ekspor agar terus tumbuh,” ujarnya.

Dalam rantai distribusi, Ali Asia Food berperan sebagai mitra strategis untuk memastikan produk konsumsi Nusantara tersalurkan secara efisien ke dapur layanan jemaah di Arab Saudi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi keterlibatan UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Melalui dukungan terhadap ekspor produk konsumsi tersebut, Ditjen PE2HU menegaskan komitmennya menjadikan sektor haji dan umrah sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional, sekaligus sarana memperkenalkan produk unggulan Indonesia di pasar global.