BERITA TERKINI
Dewandaru, Watu Gong, hingga Taman Merjosari: Tiga Titik Street Food Favorit Mahasiswa di Malang

Dewandaru, Watu Gong, hingga Taman Merjosari: Tiga Titik Street Food Favorit Mahasiswa di Malang

MALANG — Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga memiliki deretan kuliner jalanan yang ramai, terutama di kawasan sekitar kampus. Pada malam hari, sejumlah titik dipadati mahasiswa yang mencari makanan dengan harga bersahabat, sekaligus tempat untuk bersantai dan berkumpul. Suasana hangat, aroma masakan, serta pilihan menu yang beragam membuat kuliner malam di kota ini terus hidup.

Bagi mahasiswa maupun pendatang yang ingin berburu jajanan malam, beberapa kawasan di Malang menawarkan pengalaman kuliner yang berkesan. Mulai dari camilan ringan hingga makanan berat, pilihan dapat ditemukan di sepanjang jalan yang ramai oleh aktivitas anak muda. Berikut tiga kawasan street food di sekitar kampus yang kerap menjadi tujuan.

Jalan Dewandaru (Soekarno Hatta/Suhat)
Jalan Dewandaru dikenal sebagai salah satu titik kuliner malam paling ramai di kawasan Soekarno Hatta. Sepanjang jalan, pedagang kaki lima menawarkan beragam menu seperti bakso, dimsum, ubi goreng, hingga minuman segar. Sejumlah makanan populer di kalangan mahasiswa, seperti cilor, maklor, dan lalapan, juga mudah dijumpai.

Menjelang malam, kawasan ini semakin hidup dengan aroma sate ayam dan sate kambing yang dibakar di pinggir jalan. Selain itu, terdapat pula penjual roti bakar, ketoprak, soto, dan batagor. Pilihan yang lengkap serta harga yang dinilai ramah di kantong membuat Dewandaru kerap disebut sebagai pusat kuliner malam bagi anak kampus.

Jalan Watu Gong
Tak jauh dari area kampus, Jalan Watu Gong menjadi lokasi favorit lain untuk mencari makan. Pada sore hingga malam, deretan penjual mulai berjejer menawarkan nasi goreng, ayam geprek dengan free refill nasi, serta aneka lalapan. Aroma masakan yang kuat kerap menarik perhatian orang yang melintas untuk singgah.

Watu Gong juga dikenal dengan jajanan manis dan ringan, seperti pukis hangat, roti bakar dengan beragam topping, leker, hingga pisang keju. Beberapa kedai kopi kecil pun buka hingga malam, menjadi pilihan untuk nongkrong setelah aktivitas kuliah. Suasananya sederhana, namun hangat dan lekat dengan cerita keseharian anak muda Malang.

Taman Singha Merjosari
Taman Singha Merjosari tidak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga atau bersantai, tetapi juga menjadi tempat berburu jajanan pinggir jalan. Di sekitar taman, terdapat pedagang yang menjajakan cilok, cimol, seblak, hingga es pisang ijo. Bagi yang mencari makanan lebih mengenyangkan, tersedia pula lalapan, roti bakar, serta nasi bebek yang ramai diminati.

Menikmati makanan di kawasan ini terasa lebih nyaman karena suasananya terbuka dan sejuk. Banyak pengunjung memilih duduk di tepi taman sambil menyantap jajanan yang dibeli di sekitar area. Perpaduan suasana hijau dengan ragam pilihan kuliner menjadikan Taman Merjosari sebagai alternatif untuk menghabiskan malam tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya.

Street food di sekitar kampus Malang tidak hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari gaya hidup mahasiswa yang identik dengan kebersamaan. Dari obrolan di pinggir jalan hingga suasana ramai di bawah lampu malam, setiap sudutnya menghadirkan pengalaman yang khas. Bagi yang sedang kuliah atau berkunjung ke Malang, kawasan Dewandaru, Watu Gong, dan Taman Merjosari bisa menjadi pilihan untuk menikmati kuliner malam sambil merasakan denyut kehidupan kota pelajar.