BERITA TERKINI
Delapan Tren Instagram yang Ramai pada September 2026: dari Sound Horeg hingga Format Couple 654321

Delapan Tren Instagram yang Ramai pada September 2026: dari Sound Horeg hingga Format Couple 654321

JAKARTA – Instagram kembali dipenuhi tren yang cepat menyebar pada September 2026. Sejumlah konten yang ramai pekan ini tidak hanya datang dari kreator besar, tetapi juga berawal dari ide sederhana yang kemudian ditiru pengguna dari berbagai daerah, bahkan disebut menembus luar negeri.

Mulai dari prank, joget dengan sound horeg, meme bertema kantor, tren untuk pasangan, hingga filter berbasis kecerdasan buatan (AI), pola yang terlihat serupa: mudah dibuat, menghibur, dan gampang diikuti.

1. Prank “Cium atau Jilat”
Salah satu konten yang banyak menarik perhatian adalah challenge “Cium atau Jilat”. Konsepnya menampilkan empat orang yang diminta memilih sesuai instruksi untuk mencium atau menjilat properti berwarna putih berbentuk menyerupai telur. Kelucuan muncul dari reaksi peserta, termasuk satu peserta yang disebut terus salah namun tetap serius, serta peserta lain yang sampai muntah. Audio yang digunakan pun sederhana, berupa instruksi “cium, jilat”, tetapi video ini memancing banyak komentar dan tawa.

2. Sound “Jos Jis Rek” dan musik horeg
Sound “Jos Jis Rek” yang identik dengan musik horeg dan dangdut koplo Jawa Timur juga ramai dipakai, terutama untuk video joget, termasuk gaya menggunakan selempang uang saweran. Tren ini disebut mulai muncul di berbagai negara; salah satu contoh yang disebut adalah kemunculannya hingga Copenhagen, diikuti warga lokal yang meniru gerakan tangan khasnya. Tulisan “Jos Jis Rek 🔥” kerap disertakan dalam video.

3. Gaya “Laskar Cinta” dan meme “Tes Motorik Gen Z Dance Brazil”
Gaya busana yang terinspirasi “Laskar Cinta” ikut naik daun, dengan ciri seperti kaus hitam, jaket hitam, bandana merah, dan anting hoop. Gaya ini kemudian dipadukan dengan konten humor, salah satunya tren “Tes Motorik Gen Z Dance Brazil”. Alih-alih bergerak lincah, sejumlah pengguna justru sengaja menari kaku seperti mengikuti senam ibu-ibu. Format ini kemudian diikuti banyak pengguna dan sejumlah brand, termasuk dengan tambahan headdress bergaya opera untuk memperkuat unsur komedi.

4. Tebak-tebakan “Sembunyikan Bos di Antara Karyawan”
Konten tebak-tebakan kembali ramai, salah satunya format “Menyembunyikan Boss di Antara Karyawan”. Dalam video, karyawan memakai seragam biru bertuliskan SAHABAT ABADI, lalu penonton diminta menebak siapa bos di antara mereka. Kolom komentar pun menjadi ruang diskusi, dengan tebakan yang beragam, misalnya ada yang menilai bos adalah orang berkacamata.

5. Carousel “What we will do when…”
Format carousel masih diminati. Tren “What we will do when…” menggunakan visual bernuansa Y2K yang berwarna-warni dan menampilkan tiga perempuan dalam berbagai skenario, seperti melihat teman jatuh, menyaksikan orang berkelahi, bertemu anak kecil, masuk rumah hantu, mengalami catcalling, hingga mendengar gosip baru. Tiap slide menampilkan pilihan reaksi yang dipersonalisasi dengan foto wajah mereka, sehingga cocok untuk konten pertemanan dan memancing interaksi.

6. Tren couple “654321”
Untuk konten pasangan, format “654321” menjadi salah satu yang banyak dipakai. Konsepnya menggunakan tangkapan layar percakapan berisi pertanyaan berurutan, misalnya enam hal yang sering dikatakan pasangan, lima hal yang disukai, empat hal yang disukai dari pasangan, dan seterusnya hingga hitungan mundur menuju momen romantis. Sejumlah pengguna juga mengaku menggunakan bantuan AI untuk menyusun jawaban agar terdengar lebih manis.

7. Sound “Astaga Bercanda”
Lagu jedag-jedug “Astaga Bercanda” turut menjadi sound yang sering digunakan. Format videonya umumnya berupa sketsa sederhana: seseorang digambarkan sedang serius bertengkar atau berada dalam situasi tertentu, lalu lagu tersebut tiba-tiba terdengar dari kafe dan suasana berubah menjadi momen joget. Potongan lirik yang menggambarkan hati berdebar membuat sound ini mudah menempel di kepala dan kerap dipadukan dengan komedi.

8. Filter AI Mermaid
Tren berbasis AI juga masih kuat. Salah satu yang banyak dipakai adalah filter AI Mermaid, yang mengubah foto pengguna menjadi video bergaya putri duyung dengan ekor berkilau dan latar suasana bawah laut. Tren ini menunjukkan konten AI tetap menjadi cara cepat bagi kreator untuk membuat visual berbeda dari unggahan biasa.

Format konten yang masih dominan
Di luar tren-tren tersebut, sejumlah format masih mendominasi Instagram pada 2026, seperti video vertikal berdurasi sekitar 15–45 detik dengan konsep storytelling atau POV, carousel informatif, konten Get Ready With Me (GRWM), behind the scenes, aktivitas sehari-hari, hingga remix sound yang sedang viral. Kuncinya tetap menarik perhatian sejak detik awal dan memberi alasan penonton untuk terus menonton.

Catatan soal Trial Reels
Di tengah maraknya tren, kreator juga diingatkan memperhatikan perubahan distribusi konten Instagram, khususnya terkait Trial Reels yang disebut semakin ketat. Variasi konten yang terlalu mirip, meski memakai B-roll berbeda, berpotensi mendapat peringatan bahwa video tidak akan memperoleh jangkauan besar karena terlihat seperti konten yang pernah dibagikan sebelumnya. Karena itu, kreator dituntut membuat setiap unggahan terasa benar-benar berbeda, terutama pada pembuka, alur cerita, visual, dan cara penyampaian.

Dengan tren yang bergerak cepat, peluang mendapatkan perhatian terbuka lebar. Namun, kreativitas tetap menjadi pembeda utama: mengikuti tren bisa dilakukan, tetapi membuat versi yang memiliki karakter sendiri dinilai lebih berpeluang bertahan di tengah derasnya arus Reels.