Odading dikenal sebagai roti goreng bercita rasa manis gurih yang populer di Bandung, Jawa Barat. Bentuknya khas, persegi menyerupai bantal, sehingga selain disebut roti goreng, jajanan ini juga kerap dijuluki kue bantal.
Di Bandung, odading mudah ditemui di pinggir jalan dan sering dijual berdampingan dengan donat serta cakwe. Odading dibuat dari adonan tepung dan gula pasir yang digoreng. Banyak orang menjadikannya camilan untuk menemani kopi atau teh, terutama pada sore hari.
Keberadaan odading ternyata bukan hal baru. Jajanan ini disebut sudah ada sejak masa kolonial Belanda di Jawa Barat. Kisah penamaannya pun dikaitkan dengan salah paham antara pedagang pribumi dan pembeli asal Belanda.
Menurut penuturan Alif Dana Munsyi alias Remy Sylado dalam buku 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing, nama “odading” muncul ketika seorang anak laki-laki Belanda merengek kepada ibunya agar dibelikan jajanan yang dijual seorang pribumi di atas tampah bambu atau nyiru. Saat itu, di dalam nyiru terdapat roti goreng yang belum memiliki nama.
Anak tersebut meminta, “Mammie, koop dat voor mij!” yang berarti “Mama, belikan itu untukku!” Sang ibu lalu memanggil penjual dan meminta daun pisang penutup kue dibuka. Ketika melihat gorengan berbahan terigu itu, ia bertanya dengan nada heran, “O, dat ding?” yang berarti “Oh, benda itu?”
Dalam cerita tersebut, penjual yang disebut bernama Ujang kemudian pulang ke kampung dan menyampaikan kepada ibunya bahwa roti goreng yang ia jual bernama “odading”, sebagaimana ia pahami dari ucapan pembeli Belanda. Remy Sylado menulis, hingga kini orang Bandung menyebut adonan terigu goreng sebagai odading.
Odading Bandung sempat kembali menjadi perbincangan luas pada September 2020, saat Ade Londok membuat konten promosi odading Mang Oleh dengan gaya khasnya. Dalam video itu, ia melontarkan kalimat “Rasanya seperti Anda menjadi Iron Man,” disertai kata-kata kasar yang kemudian diingat warganet. Setelah diunggah ke Instagram, video tersebut viral dan membuat Ade Londok—yang disebut merupakan penjahit di kawasan Pasar Kosambi—mendadak dikenal luas.
Dampaknya, odading yang dijual Mang Oleh disebut laris hingga antrean mengular. Ridwan Kamil yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat juga dikabarkan sempat mengunjungi dan membelinya.
Di luar Bandung, odading disebut memiliki beragam penamaan di sejumlah kota. Disebut pula bahwa makanan serupa dapat ditemukan di berbagai negara, antara lain Bakhomri di Arab, Beignet di Prancis, dan Oliebollen di Belanda.

