BERITA TERKINI
Aceh Culinary Festival 2026 Digelar 11–14 September di Banda Aceh, Tawarkan 500 Variasi Rasa

Aceh Culinary Festival 2026 Digelar 11–14 September di Banda Aceh, Tawarkan 500 Variasi Rasa

Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 kembali digelar di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11–14 September 2026. Ajang ini menghadirkan lebih dari 500 variasi rasa dan melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner, sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan gastronomi dan budaya Aceh.

Founder sekaligus Festival Director ACF, Wan Windi Lestari, mengatakan festival tersebut telah empat kali masuk daftar Top 10 Karisma Event Nusantara yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Ia menyebut ACF 2026 menggandeng lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner, lebih dari 10 kabupaten/kota di Aceh, serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali. Penyelenggaraan tahun ini disebut tetap berjalan meski tidak ada alokasi dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2026.

Area pameran ACF 2026 dibagi menjadi tiga kawasan utama. Salah satunya adalah 11 paviliun kuliner tradisional yang menghadirkan sajian dari Aceh Besar, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Barat, Kota Sabang, Aceh Jaya, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur. Di paviliun ini, pengunjung tidak hanya menemukan makanan khas dan bahan pangan lokal, tetapi juga atraksi penutur cerita yang mengangkat warisan kuliner dan budaya dari berbagai daerah di Aceh.

Selain itu, Zona Galarasa Nusantara menampilkan beragam cita rasa dari berbagai wilayah Indonesia, sementara Zona Bandar Rasa menghadirkan inovasi kuliner serta hidangan bergaya global comfort. Panitia menyebut secara keseluruhan pengunjung dapat menemukan lebih dari 500 pilihan rasa selama festival berlangsung.

ACF 2026 juga menyiapkan sedikitnya 20 kegiatan interaktif, mulai dari pelatihan pembuatan konten bersama TikTok GO by Tokopedia, Sanger Day, kompetisi hip-hop regional, permainan tradisional melalui Aceh Bermain, kegiatan literasi bersama Komunitas Melati, hingga kelas fotografi makanan bersama Kompakers Aceh. Sejumlah pertunjukan budaya dan aktivitas kreatif turut dihadirkan, seperti Seudati Tunang oleh Sanggar Saleum dan Alee Meunari, kegiatan membuat sketsa bersama Koskah, serta dokumentasi festival melalui Gampong Fotoyu Aceh.

Program lain mencakup pembuatan karya seni dari material daur ulang bersama Sahabat Hijau dan Sunday Morning Run (Sunmorun) oleh komunitas lari L5P5. Festival ini juga menghadirkan Gastroclass bersama sejumlah praktisi dan inisiatif gastronomi, antara lain Dewan Kuliner Indonesia, Kelas Pagi Pangan, Pengalaman Rasa Gastronomy, dan Rumah Intaran Bali Utara. Panitia menyiapkan kelas kuliner untuk pengunjung dengan materi seperti mengolah asam sunti menjadi candy roll, membuat kaldu bubuk dari ikan kayu, memasak hidangan warisan, hingga meracik bumbu masakan Aceh.

Di sisi diskusi, ACF 2026 menggelar Forum Gastronomy Semeja Makan yang mempertemukan antropolog, sejarawan, penulis budaya, chef, konsultan makanan, maestro bumbu dan rempah Aceh, ahli masak, peneliti resep warisan, serta pemerhati bahan pangan lokal. Forum ini membahas perjalanan gastronomi Aceh dari masa tradisi maritim, perkembangan bandar perdagangan, hingga periode ekspansi Kesultanan Aceh. Kegiatan tersebut disebut terbatas bagi panelis dan pengamat yang mendapat undangan.

Dari sisi hiburan, panggung utama dijadwalkan menampilkan Experimental Music with Nature Project dari duo Bottlesmoker yang mengeksplorasi musik menggunakan buah-buahan. Penyanyi R&B soulful Teza Sumendra juga akan tampil, bersama tiga musisi muda Aceh, yakni Fahmil Arabi, Aidil Farabi, dan Jal Brahim.

Festival akan resmi dibuka pada 11 September 2026 pukul 16.30 WIB. Pembukaan diawali Khanduri Raya 8 Belanga yang menghadirkan delapan jenis kuah khas dari delapan suku asli Aceh. Panitia menyatakan 100 pengunjung pertama yang memasuki area Galarasa Nusantara berkesempatan mencicipinya secara gratis.

Untuk mendukung kenyamanan sekaligus mendorong transaksi UMKM, pengunjung area Galarasa Nusantara yang terhubung dengan area pertunjukan utama Galaria Selera akan dikenakan kupon masuk Rp15.000 per orang. Nilai kupon tersebut dapat digunakan sepenuhnya untuk berbelanja di area Galarasa Nusantara.

Panitia juga mendorong pengunjung membawa tas belanja dan botol minum sendiri. ACF mengimbau pelaku UMKM mengurangi penggunaan kantong plastik serta tidak menjual air minum dalam kemasan (AMDK). Bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan, tas belanja dan botol minum disebut tersedia di lokasi. Wan Windi menilai penerapan inisiatif ramah lingkungan masih menjadi tantangan, sehingga panitia melakukan sosialisasi dan pengawasan dengan menggandeng komunitas Sahabat Hijau.

Penyelenggaraan ACF 2026 turut didukung promotor, sponsor, dan pemerintah. EXO IP & Event Service Company dipercaya sebagai promotor. Event Director EXO, Yuryansyah, menyebut ACF selektif dalam memilih dukungan sponsor dan menekankan perlunya kesamaan visi dan misi.

TikTok GO by Tokopedia menjadi salah satu sponsor dengan program yang diarahkan untuk mendorong digitalisasi UMKM peserta, antara lain melalui webinar, creator tour, dan creator bootcamp. Kampanye #tiktokgolocal juga diperkenalkan di Aceh sebagai bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata kuliner daerah.

Wan Windi menyatakan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh penting dalam membangun kolaborasi yang menopang pelaksanaan festival. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, menilai ACF 2026 menunjukkan kemandirian dan kemampuan adaptasi ekosistem pariwisata serta ekonomi kreatif di Aceh, sekaligus menjadi transformasi yang menempatkan Aceh sebagai pusat studi gastronomi berbasis sejarah, kebudayaan, dan kekayaan rempah Nusantara.

Dedy juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha dan komunitas kreatif hingga Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Ia mengundang wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, pegiat kuliner, dan masyarakat untuk menghadiri ACF 2026 pada 11–14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.